Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
- 09 Apr 2026 23:25 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Desa Baktiseraga
- Pengelolaan Sampah
- Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
RRI.CO.ID, Singaraja – Pengelolaan sampah di tingkat desa kini menjadi perhatian serius seiring meningkatnya volume sampah rumah tangga. Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng, menjadi salah satu contoh praktik baik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Direktur Bank Sampah sekaligus pengelola KSM TPS 3R Baktiseraga Bersih, Kadek Dwinda Yudha Pratama, mengungkapkan bahwa sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat di desanya sudah melakukan pemilahan sampah dari sumber.
“Pengelolaan sampah di desa kami dibagi menjadi dua, yakni organik yang dikelola melalui TPS 3R oleh desa, dan anorganik seperti plastik yang dikelola melalui bank sampah,” ucapnya.
TPS 3R Baktiseraga yang telah beroperasi sejak 2020 kini mampu menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang diminati masyarakat. Bahkan, produksi kompos tersebut sering kali harus melalui sistem pemesanan karena tingginya permintaan.
Selain itu, desa juga menjalankan sistem pengangkutan sampah terjadwal berdasarkan jenisnya. Langkah ini mendorong masyarakat untuk disiplin memilah sampah sejak dari rumah.
Tidak hanya itu, inovasi lain yang dilakukan adalah pengolahan sisa makanan menjadi pupuk organik. Menurut Yuda, sisa makanan merupakan penyumbang terbesar sampah rumah tangga sekaligus sumber gas metana yang berpotensi menyebabkan kebakaran di tempat pembuangan akhir.
“Kalau sisa makanan dipilah dengan baik, sampah tidak akan bau dan justru bisa menjadi pupuk yang bermanfaat,” ujarnya.
Desa juga memberikan dukungan berupa pembagian komposter kepada warga, sehingga pengolahan sampah organik dapat dilakukan secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok swadaya masyarakat, serta partisipasi aktif warga, khususnya ibu rumah tangga yang berperan penting dalam proses pemilahan sampah.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Desa Baktiseraga kini menjadi rujukan bagi daerah lain, bahkan menarik kunjungan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk belajar pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....