Kesiapsiagaan Jadi Kunci, PMI Buleleng Ingatkan Ancaman Bencana Nyata di Sekitar

  • 08 Apr 2026 23:52 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kesiapsiagaan
  • PMI Buleleng
  • Ancaman Bencana

RRI.CO.ID, Singaraja — Bencana alam yang datang tanpa peringatan menjadi ancaman nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Buleleng yang dikenal memiliki potensi risiko bencana cukup tinggi. Perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa kesiap-siagaan merupakan faktor utama dalam meminimalkan dampak bencana.

Staf Divisi Penanggulangan Bencana dan Relawan PMI Buleleng, Kadek Sumardi, mengungkapkan bahwa dari 11 jenis bencana yang ada di Bali, sebanyak 9 di antaranya berpotensi terjadi di Buleleng. Kondisi geografis yang terdiri dari wilayah pesisir dan pegunungan membuat daerah ini rawan terhadap berbagai ancaman seperti banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi.

“Kalau masyarakat tidak memiliki kesiapsiagaan dan pemahaman terhadap risiko di wilayahnya, maka potensi korban akan semakin besar. Tujuan utama kesiapsiagaan adalah menekan korban jiwa, bahkan kalau bisa nol korban,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu penyebab tingginya dampak bencana adalah kepanikan masyarakat saat menghadapi situasi darurat. Kepanikan yang tidak terkontrol justru dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko keselamatan.

Ia mencontohkan, dalam situasi gempa atau banjir, masyarakat yang panik cenderung mengambil keputusan yang tidak tepat, seperti menuju area berbahaya. Oleh karena itu, edukasi dan simulasi kebencanaan secara rutin menjadi sangat penting untuk membangun kebiasaan tanggap bencana.

PMI sendiri telah memiliki tim khusus bernama Satuan Siaga Bencana (Satgana) yang siap merespons kejadian bencana selama 24 jam. Tim ini bertugas melakukan asesmen cepat, evakuasi, serta memberikan bantuan kepada korban di lapangan.

“Bencana tidak bisa menunggu, jadi kita juga tidak boleh lengah. Kesiapan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir. Langkah sederhana ini dinilai sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....