BPBD Buleleng Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan Tahun 2026
- 13 Jul 2026 10:50 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau tahun 2026. Sejumlah strategi telah disiapkan, mulai dari pembentukan tim lintas sektor hingga pemetaan armada distribusi air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi vertikal untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kekeringan.
"Kami sudah membentuk tim TRC multisektor agar seluruh instansi dapat bersinergi memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi kekeringan di Kabupaten Buleleng," ujarnya kepada RRI, Senin 13 Juli 2026.
Selain itu, BPBD juga akan menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan instansi terkait lainnya untuk menyusun skema penyediaan air bersih apabila musim kemarau berdampak terhadap masyarakat.
Berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, terdapat 29 desa di Kabupaten Buleleng yang berpotensi mengalami kekeringan. Namun, berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir, BPBD mencatat ada 10 desa yang secara rutin membutuhkan bantuan distribusi air bersih saat musim kemarau.
Untuk mendukung penanganan, BPBD telah menginventarisasi sebanyak 14 unit truk tangki air, termasuk armada milik pemerintah daerah dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali. Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih perlu diperkuat apabila kekeringan terjadi secara meluas dalam waktu bersamaan.
Menurut Suyasa, langkah mitigasi sejak dini menjadi penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi ketika kondisi darurat terjadi.
"Harapan kami tentu seluruh wilayah Kabupaten Buleleng tetap aman dan tidak mengalami dampak kekeringan yang signifikan. Namun, kesiapsiagaan harus tetap dilakukan sejak sekarang," ucapnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....