Peran Keluarga dan Guru Jadi Kunci Tanamkan Nilai Kebangsaan pada Generasi Muda
- 31 Mar 2026 22:30 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Peran Keluarga dan Guru
- Tanamkan Nilai Kebangsaan
- Generasi Muda
RRI.CO.ID, Singaraja – Penguatan nilai kebangsaan pada generasi muda tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja, melainkan membutuhkan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Narasumber, Gede Ardika, menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Ia menyebutkan, banyak permasalahan perilaku siswa di sekolah berakar dari kondisi keluarga yang kurang harmonis atau kurang perhatian.
“Banyak anak yang terlihat bermasalah di sekolah, ternyata setelah ditelusuri, akar masalahnya ada di keluarga. Ini yang harus dipahami bersama,” ucapnya.
Ia mencontohkan fenomena siswa yang sering terlambat atau tidak masuk sekolah, yang setelah didekati secara personal ternyata mengalami masalah di rumah. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan guru tidak boleh sekadar menghakimi, melainkan harus merangkul dan membangun komunikasi.
Dalam praktiknya, pendekatan personal dinilai lebih efektif. Guru perlu memposisikan diri sebagai sahabat bagi siswa agar mereka mau terbuka terhadap permasalahan yang dihadapi.
“Komunikasi itu kunci. Jangan langsung memberi label nakal, tapi cari tahu dulu penyebabnya,” ucapnya.
Selain itu, perbedaan lingkungan juga memengaruhi pola pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa siswa di wilayah perkotaan cenderung mendapatkan dukungan fasilitas dan perhatian lebih dibandingkan siswa di daerah pinggiran, yang sering menghadapi tantangan sosial lebih kompleks.
Kondisi ini semakin diperparah dengan penggunaan gadget yang tidak terkontrol, baik oleh anak maupun orang tua. Minimnya interaksi dalam keluarga dapat berdampak pada perkembangan emosional anak.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan perhatian, pengawasan, serta apresiasi terhadap anak.
“Sekecil apapun prestasi anak harus diapresiasi. Itu akan membuat mereka merasa dihargai dan termotivasi,” ujarnya.
Melalui sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, diharapkan nilai-nilai kebangsaan dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....