Perempuan Tak Harus Memilih antara Karier dan Keluarga
- 21 Jul 2026 09:39 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Perempuan dapat menjalani karier dan mengurus keluarga secara bersamaan tanpa saling bertentangan apabila dilengkapi dengan keterampilan manajemen waktu yang tepat.
- Komunikasi yang baik antara pasangan dan dukungan aktif dari suami menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keseimbangan antara karier dan tanggung jawab keluarga bagi perempuan pekerja.
- Dialog interaktif yang diselenggarakan RRI Singaraja pada 20 Juli 2026 menghadirkan Nyoman Sri Handyani sebagai pembicara untuk membahas strategi konkret bagi perempuan dalam mencapai work-life balance.
RRI.CO.ID, Singaraja - Menjalani karier sekaligus mengurus keluarga bukanlah pilihan yang saling bertentangan bagi perempuan. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila disertai kemampuan mengatur waktu, komunikasi yang baik, dan dukungan dari pasangan.
Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu, Nyoman Sri Handyani dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Singaraja, Senin, 20 Juli 2026, yang mengangkat topik Keseimbangan Karier dan Kehidupan Keluarga bagi Perempuan Pekerja.
Menurutnya, tantangan terbesar perempuan pekerja bukan hanya tuntutan pekerjaan, tetapi juga tanggung jawab dalam keluarga. Terlebih bagi perempuan Bali yang masih menjalankan berbagai kewajiban adat dan keagamaan.
"Keseimbangan itu bukan berarti mengutamakan salah satu, tetapi bagaimana kita mampu mengatur waktu sehingga pekerjaan dan keluarga tetap bisa berjalan beriringan," ujar Nyoman Sri Handyani.
Ia menilai perempuan perlu memiliki kemampuan menentukan skala prioritas tanpa mengesampingkan profesionalisme dalam bekerja. Persiapan yang matang, pemanfaatan waktu secara efektif, hingga komunikasi dengan pasangan menjadi kunci agar kedua peran tersebut tetap berjalan harmonis.
Dalam perspektif Hindu, perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia. Menurut Nyoman, tidak ada ajaran yang menyebut seluruh pekerjaan domestik hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Sebaliknya, keluarga dibangun atas kerja sama dan saling mendukung.
"Di mana perempuan dihormati, di sana para dewa bersemayam. Karena itu perempuan harus dihargai, baik perannya di keluarga maupun saat berkarya di dunia kerja," katanya.
Ia juga mengingatkan perempuan untuk terus meningkatkan pendidikan dan kompetensi diri sebagai bekal menghadapi berbagai kemungkinan dalam kehidupan, tanpa melupakan tanggung jawab sebagai istri dan ibu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....