Pengelolaan Sampah dari Rumah Jadi Kunci Gerakan Lingkungan di Buleleng
- 15 Mar 2026 23:17 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Pengelolaan sampah dari sumbernya atau dari rumah tangga dinilai menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan lingkungan di Kabupaten Buleleng.
Penggiat lingkungan Gede Praja Mahardika mengatakan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, setiap orang sebenarnya bisa berkontribusi menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Plastik hampir tidak bisa kita hindari dalam kehidupan sehari-hari. Yang bisa kita lakukan adalah bijak menggunakannya dan bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan,” ujarnya.
Salah satu cara yang ia terapkan adalah mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, yakni botol plastik yang diisi dengan potongan sampah plastik hingga padat. Ecobrick tersebut kemudian dapat dimanfaatkan menjadi berbagai benda seperti kursi atau material bangunan sederhana.
Ia bahkan menjadikan topik ecobrick sebagai penelitian dalam studi magister manajemen lingkungan yang ditempuhnya.
Penelitian tersebut menyoroti bagaimana pengetahuan tentang ecobrick dapat membentuk perilaku ramah lingkungan pada anak usia dini.
Praja menilai pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini agar anak-anak terbiasa bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Selain pengolahan plastik, ia juga mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik melalui lubang biopori agar dapat menjadi kompos.
Dengan cara tersebut, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Buleleng yang mulai menerapkan berbagai inovasi pengelolaan sampah, seperti penggunaan aspal berbahan plastik serta pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Praja menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah.
“Permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi dan gerakan nyata, bukan hanya sekadar narasi,” katanya.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk memilah, mengolah, dan mengelola sampah dapat terus meningkat sehingga lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....