Jelantah Jadi Rupiah, Inovasi Muda Singaraja

  • 10 Feb 2026 09:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Limbah minyak goreng atau jelantah yang kerap dibuang sembarangan, kini diubah menjadi peluang ekonomi sekaligus aksi pelestarian lingkungan oleh generasi muda di Buleleng. Melalui usaha Lengis Ninian Bali, I Gusti Ayu Krishna Suryanti memanfaatkan minyak bekas sebagai komoditas bernilai jual.

Ina sapaan akrabnya mengungkapkan, usaha yang telah berjalan sekitar dua tahun itu berangkat dari pengalaman pribadi saat melihat limbah minyak goreng mencemari saluran air rumah tangga.

“Selain bisa untuk berbisnis, kita juga bisa memperhatikan alam. Jadi selain bermanfaat untuk diri sendiri, juga bermanfaat untuk lingkungan,” ujarnya dalam dialog Green Radio Pro 1 RRI Singaraja, Sabtu, 7 Februari 2026.

Minyak jelantah yang dikumpulkan tidak diolah kembali menjadi minyak konsumsi, melainkan disalurkan ke industri untuk kebutuhan energi alternatif seperti biodiesel hingga bahan bakar pesawat.

Ina menjelaskan, seluruh jenis minyak bekas dapat diterima selama tidak tercampur air karena akan menyulitkan proses pengolahan.

“Walaupun minyaknya sudah hitam tetap diterima, asalkan tidak tercampur air, karena air dan minyak tidak bisa bersatu,” ucapnya menjelaskan.

Saat ini, minyak jelantah dihargai sekitar Rp6.000 per liter. Menurut Ina, nilai tersebut cukup membantu masyarakat sekaligus mencegah pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ke selokan maupun sungai.

Ia berharap semakin banyak warga dan pelaku usaha sadar untuk menyalurkan limbah minyaknya agar dapat dimanfaatkan kembali secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....