Global Citizen Bentuk Pola Pikir, Bukan Sekadar Bahasa
- 17 Okt 2025 10:07 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Program Global Citizen menjadi langkah nyata SMPN 7 Singaraja dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya diajak untuk belajar bahasa, tetapi juga untuk mengubah cara berpikir dan berinteraksi secara lebih luas.
Managing Director YLAB Vietnam, Lin menjelaskan bahwa banyak siswa dan guru masih menganggap Global Citizen sebagai program bahasa Inggris, padahal fokus utamanya adalah pembentukan pola pikir global.
“Orang-orang sering berpikir untuk menjadi Global Citizen harus bisa bahasa Inggris. Padahal inti dari program ini adalah membangun pola pikir. Dengan cara berpikir terbuka, siapa pun bisa berkomunikasi dan berkolaborasi,” ujar Lin.
Program ini juga melibatkan 13 student ambassadors atau duta siswa yang berperan sebagai pendamping dalam kegiatan belajar kelompok. Mereka dilatih menjadi pemimpin kecil yang menularkan semangat berpikir kritis, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial kepada teman-temannya.
Sementara itu, Guru Bahasa Inggris SMPN 7 Singaraja, Putu Buddha Riyasa, menyebutkan penerapan metode pembelajaran global ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Sebagai program baru, siswa membutuhkan pendampingan intens agar memahami konsep dan tujuan kegiatan secara menyeluruh.
“Tantangan kami karena ini pertama kali dilakukan. Anak-anak perlu diarahkan dan didampingi berkali-kali agar memahami prosesnya,” kata Riyasa.
Dengan dukungan kepala sekolah dan seluruh guru, SMPN 7 Singaraja terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai global tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Pendekatan ini sejalan dengan visi Merdeka Belajar untuk mencetak pelajar yang adaptif, kreatif, dan berkarakter. (RRI/Salsabil Tsabita)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....