Antrean Panjang di Gilimanuk, Ratusan Ribu Pemudik Tinggalkan Bali jelang Nyepi
- 18 Mar 2026 18:32 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Antrean Panjang
- Gilimanuk
- Pemudik
- Bali
- Jelang Nyepi
RRI.CO.ID, Singaraja - Lonjakan arus mudik menjelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran terlihat signifikan di Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan data Posko Gilimanuk, sejak H-10 hingga H-5 Lebaran, sebanyak 309.135 penumpang telah menyeberang dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Ketapang. Angka ini meningkat sekitar 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang menyeberang. Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 97.787 unit kendaraan keluar dari Bali, naik sekitar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingginya mobilitas masyarakat berdampak pada antrean panjang kendaraan menjelang penutupan pelabuhan terkait pelaksanaan Nyepi. Sejak 14 hingga 17 Maret 2026, antrean kendaraan roda empat, kendaraan barang, dan bus mengular hingga keluar kawasan Gilimanuk.
Berdasarkan data 24 jam pada H-5 atau 16 Maret 2026, sebanyak 251 trip kapal dioperasikan untuk melayani penyeberangan dengan total 76.495 penumpang, meningkat sekitar 2,9 persen dibandingkan tahun lalu.
Dari sisi kendaraan, sepeda motor, mobil, dan truk justru mengalami penurunan, sementara jumlah bus meningkat signifikan hingga hampir 25 persen. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang pada H-5 mencapai 23.025 unit atau turun sekitar 4,8 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, arus dari Jawa menuju Bali tercatat sebanyak 21.200 penumpang, meningkat sekitar 6 persen. Namun, jumlah kendaraan dari arah sebaliknya justru mengalami penurunan.
Seorang pemudik asal Denpasar, Rami (34), mengaku mengalami kemacetan cukup panjang saat perjalanan menuju pelabuhan.
“Saya berangkat dari Denpasar jam 12 siang, tapi baru bisa menyeberang sekitar jam 10 pagi. Jadi total sekitar 18 jam di perjalanan. Selama macet ya cuma istirahat dan tidur di bus,” ucapnya.
Rami menilai kemacetan terjadi karena momentum Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran. Ia berharap ke depan ada solusi dari pemerintah agar antrean panjang tidak kembali terulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....