ASDP Bakal Hentikan Lintas Jawa–Bali 24 Jam saat Nyepi

  • 05 Mar 2026 07:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Menyambut Hari Raya Nyepi di Bali, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan sementara operasional penyeberangan di sejumlah lintasan utama Jawa–Bali dan Lombok. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Penghentian layanan tersebut merujuk pada pengaturan operasional dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terkait penyesuaian transportasi saat Nyepi.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dihentikan mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, layanan ditutup mulai 19 Maret pukul 05.00 WITA sampai 20 Maret pukul 06.00 WITA. Untuk lintasan Lombok, operasional di Pelabuhan Lembar dihentikan pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA, dan di Pelabuhan Padangbai mulai 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan penyesuaian ini juga mempertimbangkan momentum Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan memicu peningkatan mobilitas masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas selama periode 13–29 Maret guna mengantisipasi kepadatan.

Beberapa langkah yang ditempuh antara lain optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian jalur alternatif melalui Pelabuhan Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar. Selain itu, diterapkan pula sistem penundaan (delaying system) dengan buffer zone di akses tol dan non-tol, serta pengaturan geofencing di radius tertentu dari pelabuhan.

Sementara itu, Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menjaga kelancaran layanan selama periode angkutan Lebaran.

“Kami memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar operasional tetap terkendali,” ujarnya, Rabu, 4 Maret 2026.

ASDP juga menggencarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan, hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25–2,5 meter juga diprediksi terjadi di perairan selatan Jawa hingga NTT pada Maret–April.

Sebagai langkah mitigasi, kapal tugboat disiagakan untuk membantu manuver kapal saat angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah armada yang dioperasikan ditambah menjadi 32 unit dari sebelumnya 28 kapal.

Pada Angkutan Lebaran 2026, ASDP memproyeksikan total pergerakan nasional mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. Khusus lintasan Jawa–Bali, pertumbuhan penumpang diperkirakan meningkat sekitar 10 persen, sedangkan kendaraan naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan pihaknya menyiagakan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk. Petugas tersebut ditempatkan di area pelabuhan, buffer zone, serta titik-titik krusial lainnya.

Ia juga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket secara resmi melalui platform Ferizy yang dapat diakses sejak H-60 sebelum keberangkatan.

“Kami minta pengguna jasa tidak membeli tiket dari perantara tidak resmi dan memastikan data diri sesuai identitas agar proses penyeberangan berjalan lancar,” katanya.

Dengan penguatan armada, kesiapan personel, serta dukungan sistem digital, ASDP menargetkan layanan penyeberangan tetap aman dan tertib selama Nyepi dan periode Angkutan Lebaran 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....