HUT ke-81 TNI, Panglima Tekankan Lima Pedoman PRIMA
- 05 Okt 2026 09:18 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung khidmat di Lapangan Sapta Marga, Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin, 5 Oktober 2026. Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Ahmad Albar, S.H., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus memimpin pengecekan pasukan dalam rangkaian peringatan tersebut.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan pada upacara tersebut, seluruh prajurit dan ASN TNI diminta menjadikan nilai Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif (PRIMA) sebagai budaya dalam menjalankan pengabdian. Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, kerja keras dan pengabdian seluruh prajurit serta ASN TNI kepada bangsa dan negara.
“Jadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian,” tegas Panglima TNI dalam amanatnya. Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah diberikan sekaligus menjadi kehormatan dan amanah yang harus terus dijaga.
Panglima TNI menjelaskan, penguatan TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan dan profesionalisme. “Profesional berarti menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, memelihara kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, serta melaksanakan setiap tugas dengan taat hukum dan penuh integritas,” ujarnya.
Pedoman kedua yakni Responsif, dengan meningkatkan kepekaan terhadap perubahan lingkungan tugas, mengenali potensi ancaman sejak dini serta bertindak cepat, tepat dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan. Sementara Integratif menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas, mengawal pembangunan dan memperkuat kekuatan nasional.
Pedoman ketiga tersebut juga dilengkapi dengan nilai Modern, yakni setiap prajurit dituntut menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawabnya. “Kemampuan tersebut harus digunakan secara optimal dan terintegrasi untuk menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata,” kata Panglima TNI.
Selain itu, prajurit TNI dituntut memiliki sikap Adaptif dengan menjadikan setiap penugasan dan pengalaman sebagai bahan pembelajaran, mengembangkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan dan kemampuan dengan perkembangan ancaman. Panglima TNI meminta kelima pedoman tersebut dilaksanakan secara konsisten agar PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap dan bertindak.
Momentum HUT ke-81 TNI, menurut Panglima TNI, harus menjadi tonggak untuk memperteguh tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan dan melindungi kekayaan Nusantara. “Perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif serta ancaman terhadap keutuhan wilayah harus dihadapi dengan kesiapan dan integritas,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....