DPRK Waropen Serap Aspirasi Tugu Injil Sanggei
- 03 Okt 2026 17:10 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Waropen melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kampung Urfas 1 atau Ghorfos, Distrik Ureifaisei, Jumat, 2 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dipusatkan pada pembangunan Tugu Peringatan Injil Masuk di Kali Sanggei.
Kunker dilakukan untuk melihat langsung progres pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat adat Sanggei, terkait kebutuhan penyelesaian tugu yang dinilai memiliki nilai sejarah dan potensi dikembangkan sebagai ikon wisata religi di Kabupaten Waropen.
Ketua DPRK Waropen Yeneke Suriana Ketsya Dippan, S.Sos., mengatakan kunjungan kerja merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab DPRK selain kegiatan reses. Menurutnya, kunjungan lapangan penting dilakukan agar DPRK dapat melihat langsung kondisi pembangunan sekaligus mendengar kebutuhan masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat adat Sanggei yang telah menggagas dan membangun tugu yang indah. Ini bisa menjadi salah satu ikon daerah apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik,” ujar Yeneke.
Dalam pertemuan tersebut, DPRK menerima laporan panitia pembangunan yang disampaikan mewakili masyarakat adat Sanggei Pembangunan Tugu Injil yang menandai masuknya Injil pada 28 Februari 1932 itu kini telah mencapai progres sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2026, dengan rencana peresmian pada Februari 2027.
Masyarakat adat Sanggei menyampaikan masih terdapat kebutuhan biaya sekitar Rp350 juta untuk menyelesaikan pembangunan tugu. Karena itu, masyarakat meminta dukungan DPRK untuk mengawal usulan pembiayaan melalui sumber anggaran yang sesuai, termasuk Otonomi Khusus (Otsus) dan APBD Perubahan.
| Baca juga: Ketua DPRK Waropen Buka Rapat Paripurna III |
Selain penyelesaian tugu, masyarakat mengusulkan pengembangan kawasan Ghorfos, Anggobo dan sekitarnya sebagai kawasan wisata religi dan ekowisata. Potensi yang diusulkan meliputi hutan kayu besi, kawasan mangrove di sepanjang Kali Sanggei, serta pembangunan sejumlah fasilitas pendukung bagi wisatawan dan peziarah.
Usulan tersebut antara lain pembangunan jembatan panggung berbahan kayu besi atau dodoku/sebo aiteri dalam bahasa Waropen, jembatan tambahan di kawasan muara Kali Sanggei, serta abutment di sisi selatan tugu untuk mendukung akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU). Masyarakat juga mengusulkan pembangunan rumah Sera atau tempat pertemuan adat di muara Kali Sanggei sebagai pusat musyawarah adat dan penerimaan tamu.
Yeneke menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan DPRK dalam menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pembentukan peraturan daerah, pembahasan dan penetapan anggaran bersama pemerintah daerah, serta pengawasan. Ia menekankan setiap usulan pembangunan harus diproses sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Kunker tersebut dihadiri anggota DPRK Waropen dari Fraksi PDIP Sefnat Kalfin Dotiri, S.T., anggota Kelompok Khusus Selsius Nuburi dan Erny Marthina Watopa, Sera Besar Masyarakat Adat Sanggei Yusak Bisi Wonatorei, Kepala Kampung Urfas 1 Frans Bisi Wonatorei, serta masyarakat adat. Di akhir kegiatan, Pimpinan dan anggota DPRK menerima aspirasi masyarakat dan menyerahkan bantuan 50 sak semen serta uang tunai Rp5 juta untuk mendukung pembangunan Tugu Injil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....