Kebiasaan Minum Teh Sangat Panas Meningkatkan Kemungkinan Kanker Esofagus

  • 20 Sep 2026 12:57 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Rasanya nikmat menyeduh minuman panas lalu di minum, bagi sebagian orang sangat baik jika cuacanya sedang dingin karena akan sangat membantu menghangatkan tubuh, namun kebiasaan minum teh atau minuman lainnya yang sangat panas ( diatas 65 derajat celsius ) terbukti dapat meningkatkan risiko terkena kanker esofagus atau kerongkongan.

Beberapa alasan kenapa minuman panas diatas 65 derajat celsius tidak boleh di minum sebelum hangat ?,

  1. Cedera Termal : Cairan yang sangat panas dan mengepul dapat merusak sel-selaput lendir yang melapisi kerongkongan saat mengalir menuju lambung.

  2. Peradangan Kronis : Kerusakan sel yang terjadi secara terus-menerus memicu inflamasi atau peradangan berulang.

  3. Mutasi Sel : Dalam jangka panjang, proses peradangan dan perbaikan sel yang rusak ini dapat memicu perubahan atau mutasi sel abnormal yang berpotensi menjadi sel kanker.

Fakta dan Batasan Risiko

  • Suhu Kritis: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui IARC menggolongkan minuman bersuhu di atas 65°C ke dalam kelompok 2A (kemungkinan karsinogenik bagi manusia).

  • Peningkatan Risiko: Studi besar menunjukkan bahwa peminum teh atau kopi yang sangat panas memiliki risiko hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang meminumnya dalam kondisi hangat.

  • Faktor Pendukung: Risiko ini akan semakin tinggi jika disertai kebiasaan buruk lainnya seperti merokok atau mengonsumsi alkohol

Sebaiknya tunggu hingga teh atau minuman panas Anda menjadi hangat sebelum dikonsumsi, Konsumsi teh secara sehat memerlukan panduan tertentu seperti menunggu suhu turun di bawah 65°C dan memberi jeda setelah makan untuk menghindari penurunan penyerapan zat besi.

kanker esofagus perlu diwaspadai berikut gejalanya

  1. Gangguan pada Saluran Makan & Menelan
  • Disfagia (Sulit Menelan): Ini merupakan gejala yang paling sering terjadi. Awalnya penderita akan merasa kesulitan atau merasa ada makanan yang mengganjal saat menelan makanan padat (seperti daging atau nasi), namun lama-kelamaan keluhan ini akan memburuk hingga sulit menelan makanan lunak atau cairan.

  • Odynophagia (Nyeri Saat Menelan): Munculnya sensasi terbakar, perih, atau rasa nyeri seperti ditekan di tenggorokan atau area dada saat menelan makanan.

  • Sering Tersedak atau Batuk saat Makan: Karena tumor mempersempit saluran makanan, koordinasi menelan terganggu sehingga makanan bisa masuk ke saluran napas.

2. Gejala pada Dada dan Perut

  • Nyeri Dada yang Persisten: Rasa nyeri, tekanan, atau sensasi terbakar (heartburn) di belakang tulang dada atau area ulu hati. Gejala ini sering disalahartikan sebagai sakit maag atau penyakit asam lambung (GERD).
  • Regurgitasi atau Muntah: Makanan yang telah ditelan terasa kembali lagi ke rongga mulut, bahkan pada kasus yang lebih parah terjadi muntah.

3. Perubahan Fisik dan Gejala Sistemik

  • Penurunan Berat Badan Secara Drastis: Berat badan turun secara signifikan tanpa sedang menjalani program diet atau olahraga. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya asupan makanan akibat sulit menelan sekaligus perubahan metabolisme tubuh karena sel kanker.

  • Suara Serak atau Parau: Jika tumor mulai menekan saraf yang mengendalikan pita suara, suara penderita dapat berubah menjadi serak dan tidak kunjung membaik dalam 2–3 minggu.

  • Batuk Kronis: Batuk terus-menerus yang tidak kunjung sembuh.

  1. Tanda Darurat (Stadium Lanjut)

  • Muntah Darah atau Batuk Darah: Terjadi karena adanya luka atau pendarahan pada permukaan jaringan tumor.

  • Tinja Berwarna Gelap atau Hitam: Pendarahan di dalam kerongkongan yang mengalir ke sistem pencernaan dapat menyebabkan feses berwarna hitam pekat seperti oli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....