Bahasa Waropen Terancam Punah, Klasis GKI Luncurkan Alkitab Terjemahan

  • 29 Jul 2026 07:10 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen – Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Waropen menggelar ibadah syukur sekaligus peluncuran hasil penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Waropen, Selasa 28 Juli 2026, di lantai dua Gedung Klasis GKI Waropen. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama GKI di Tanah Papua dengan Yayasan Kartidaya Sahabat Gugus Kuripasai sebagai bagian dari upaya melestarikan bahasa daerah yang kini terancam punah.

Ketua Klasis GKI Waropen, Pdt. Sola Gracia Kurni, S.Th., mengatakan Bahasa Waropen menghadapi ancaman kepunahan sehingga penerjemahan Alkitab menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus memperkuat pelayanan gereja.

"Kami meluncurkan hasil penerjemahan Kitab Kisah Para Rasul dalam Bahasa Waropen. Penggunaan bahasa ibu dalam firman Tuhan diharapkan dapat diwariskan kepada generasi muda Waropen agar bahasa ini tetap hidup," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Sinode GKI di Tanah Papua bersama Yayasan Kartidaya telah meluncurkan penerjemahan Alkitab dalam sejumlah bahasa daerah, di antaranya Ambai, Ansus, Biak, Waropen, Wondama, dan Yawa Onate. Untuk Waropen, peluncuran kali ini difokuskan pada hasil penerjemahan Kitab Kisah Para Rasul.

Pada 2022, Klasis GKI Waropen lebih dahulu meluncurkan Injil Lukas dalam Bahasa Waropen. Selanjutnya, Klasis GKI Waropen mendapat kepercayaan untuk menerjemahkan Kitab Kisah Para Rasul.

Namun, proses penerjemahan tidak berjalan mudah. Dari lima anggota tim penerjemah, satu orang mengundurkan diri sehingga pekerjaan diselesaikan oleh empat penerjemah. Dengan keterbatasan tersebut, proses penerjemahan dimulai pada 2023 dan akhirnya rampung serta diluncurkan pada 28 Juli 2026.

"Perjalanan penerjemahan ini penuh tantangan. Meski tim berkurang, kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini hingga akhirnya dapat diluncurkan hari ini," kata Pdt. Sola Gracia.

Selain keterbatasan sumber daya manusia, penerjemahan Alkitab Bahasa Waropen juga menghadapi kendala pendanaan. Dari enam tim penerjemahan bahasa daerah di Papua, lima tim memperoleh dukungan dari lembaga donor luar negeri. Sementara itu, tim Waropen tidak menerima bantuan pembiayaan karena hasil survei menyebut Bahasa Waropen hampir punah.

Meski demikian, Badan Pekerja Klasis GKI Waropen bersama tim penerjemah menyampaikan bahwa masyarakat Waropen masih menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kondisi tersebut, lembaga terkait tetap memberikan izin agar proses penerjemahan dilaksanakan, meskipun seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Klasis GKI Waropen selama periode 2023–2026.

"Walaupun tidak memperoleh dukungan pendanaan dari donor, kami tetap melanjutkan proses penerjemahan dengan biaya yang ditanggung Klasis GKI Waropen karena kami yakin Bahasa Waropen masih digunakan oleh masyarakat," jelasnya.

Keberhasilan menyelesaikan penerjemahan Kitab Kisah Para Rasul menjadi bukti komitmen gereja dalam menjaga identitas budaya dan bahasa masyarakat Waropen. Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus menggunakan Bahasa Waropen dalam kehidupan sehari-hari.

Usai peluncuran, Klasis GKI Waropen berencana melakukan sosialisasi Alkitab Bahasa Waropen kepada berbagai denominasi gereja di Kabupaten Waropen. Sosialisasi tersebut bertujuan agar Alkitab terjemahan Bahasa Waropen dapat dimanfaatkan dalam pelayanan dan peribadatan di tengah jemaat.

"Melalui penerjemahan Alkitab ini, kami berharap Bahasa Waropen tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal dan digunakan oleh generasi penerus sebagai bagian dari warisan budaya serta sarana pewartaan Injil di Tanah Papua," tutup Pdt. Sola Gracia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....