Bupati Waropen Ajak ASN Jaga Lingkungan
- 06 Jun 2026 08:33 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Pemerintah Kabupaten Waropen menggelar apel gabungan dan penanaman 3.000 bibit pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Wisata Ausiwerini Sanggei, Distrik Ureifaisei, Jumat 5 Juni 2026, dengan mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim: Gerakan Indonesia ASRI.”
Apel gabungan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Waropen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Dalam amanatnya, Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si., mengajak seluruh ASN untuk menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan merupakan langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan ekosistem di masa depan,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan pentingnya merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, penanaman mangrove merupakan salah satu upaya strategis untuk melindungi kawasan pesisir Waropen dari ancaman abrasi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
“Pohon mangrove memiliki peran penting dalam menyerap karbon serta menjaga habitat berbagai biota laut,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Waropen menaruh harapan besar kepada generasi muda agar menjadi pelopor dalam berbagai gerakan pelestarian lingkungan.
“Masa depan bumi dan daerah sangat bergantung pada kepedulian serta tindakan nyata generasi muda saat ini. Karena itu, kesadaran lingkungan harus terus ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Waropen melalui filosofi “Ndi Sowosiwo Ndi Korako.”
“Filosofi tersebut mencerminkan nilai persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, nilai-nilai luhur tersebut harus menjadi landasan moral dalam menjaga alam Waropen sebagai rumah bersama. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Waropen berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat.
“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah, yaitu Waropen Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera yang Berkeadilan, dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi masa depan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....