Aksi Bakar Ban ASN Pertanian Yapen Soroti Kinerja Plt. Kadis
- 30 Mei 2026 06:21 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Aksi bakar ban dan pemalangan kantor dilakukan sejumlah ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen di depan kantor dinas setempat, Jumat, 29 Mei 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara baik.
Salah satu ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Oktovianus Woru, mengatakan aksi tersebut mewakili aspirasi para pegawai Dinas Pertanian yang meminta pemerintah daerah segera mengganti Plt. Kepala Dinas. Menurutnya, kondisi sektor pertanian di Yapen saat ini stagnan dan belum menunjukkan perkembangan yang baik bagi masyarakat.

“Kami minta kepada bapak bupati dan bapak wakil bupati segera menggantikan Plt. Dinas Pertanian, karena harus diangkat dari orang pertanian yang betul-betul mengerti pertanian,” ujarnya. Ia menilai kepemimpinan saat ini belum mampu menjawab kebutuhan para ASN maupun masyarakat di sektor pertanian.
Oktovianus juga menyinggung program ketahanan pangan yang sebelumnya telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua saat kunjungan Gubernur Papua ke Yapen. Namun menurutnya, program tersebut dikhawatirkan tidak berjalan maksimal apabila dinas tidak dipimpin oleh sosok yang memahami bidang pertanian.
“Pak gubernur datang mencanangkan program ketahanan pangan, tapi besok tidak berhasil karena kepala dinas pertanian ini orang sarjana ekonomi bagaimana mau bisa atur pertanian,” katanya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam orasi di tengah aksi bakar ban dan pemalangan kantor.

Selain menyoroti kepemimpinan dinas, para ASN juga mengeluhkan keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPB) triwulan pertama tahun 2026. Keterlambatan tersebut disebut terjadi setelah penggabungan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian menjadi satu dinas.
Menurut Oktovianus, hingga akhir Mei sebagian besar OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen telah menerima TPB. Sementara ASN di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan baru mendapatkan informasi bahwa proses pembayaran mulai dilakukan pada hari ini.
“Kami makan di rumah pun tidak ada karena kepala dinas tidak bijaksana seperti itu,” ucapnya. Ia juga meminta pemerintah daerah dan DPRK Kepulauan Yapen memberikan perhatian serius terhadap kondisi para ASN di dinas tersebut.
Dalam aksi itu, para ASN berharap Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen segera mengambil langkah evaluasi terhadap pimpinan dinas. Mereka juga meminta agar kebijakan di sektor pertanian dapat berjalan lebih baik demi mendukung program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....