Waropen Miliki Geografis Unik dan Rawan Bencana Alam
- 20 Mei 2026 11:08 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pascabencana Provinsi di Ruang Pertemuan Lagaligo, Kampung Ronggaiwa, Distrik Ureifaisei, Rabu 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai instansi terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Waropen.
Bupati Waropen Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si melalui Asisten II Sekda Waropen Bidang Administrasi Pembangunan dan Kesra, Ben Manuel Ruatakure, menyampaikan bahwa Kabupaten Waropen merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua yang memiliki kondisi geografis cukup unik dan menantang.
Menurutnya, wilayah Papua memiliki karakteristik geografis, geologis, dan klimatologis yang kompleks sehingga memiliki potensi bencana cukup tinggi. Ancaman tersebut meliputi gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga bencana nonalam dan sosial.
“Kabupaten Waropen didominasi wilayah pesisir, rawa-rawa, dan daratan rendah yang dipengaruhi aliran sungai serta pasang surut air laut. Kondisi tersebut membuat wilayah Waropen sangat rentan terhadap berbagai bencana alam yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, keterbatasan aksesibilitas antarwilayah juga menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah membutuhkan perhatian dan strategi khusus agar proses penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Bencana yang sering terjadi di Waropen antara lain banjir akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai, abrasi pantai, serta angin kencang yang berdampak pada permukiman warga. Situasi tersebut menuntut kesiapan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi kondisi darurat bencana.
Ia menegaskan, salah satu tahapan penting dalam penanganan pascabencana adalah pengkajian kebutuhan yang menjadi dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, kegiatan bimbingan teknis pascabencana dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai Jitupasna atau Kajian Kebutuhan Pascabencana yang merupakan tahapan strategis dalam sistem penanggulangan bencana. Melalui Jitupasna, pemerintah dapat melakukan penilaian kebutuhan secara cepat, tepat, dan terukur.
Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi guna menentukan arah kebijakan pemulihan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah pascabencana. Pemerintah Provinsi Papua bersama Pemerintah Kabupaten Waropen juga terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur penanggulangan bencana.
“Melalui kegiatan itu, seluruh peserta diharapkan mampu memperkuat kapasitas diri, memperluas jejaring kerja, serta menerapkan hasil pembelajaran dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang lebih terarah, transparan, dan berkeadilan di daerah masing-masing,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....