Noken Asal Yapen Dari Kulit Kayu Terancam Punah
- 08 Mei 2026 19:05 WIB
- Serui
RRI.CO.ID,Serui-Menjaga dan melestarikan budaya masyarakat pada pelaksanaan Ujian Praktek Guru SD YPK Elim Makiroan di Distrik Poom Kabupaten Kepulauan Yapen.mengajarkan peserta didik cara merajut membuat noken dari kulit kayu,atau serat kayu.
Noken merupakan jati diri masyarakat Papua ,noken atau tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala,yang digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Amelius Ayomi salah satu Guru mengatakan, warisan budaya tak benda dikenal ini di kampung mulai tidak di gunakan dengan hadirnya budaya luar khusus dalam pembuatan noken, para perajing yang membuat noken biasanya dari kulit kayu suda mulai mengantikan dengan bahan dari karung bekas beras. Jumat 8 Mei 2026
Perajing tidak memproduksi noken ini berdampak pada generasi papua yang tidak mengetahui mengenal noken dan cara pembuatannya, sehingga pihak sekolah pada pelaksanaan ujian menghadirkan para perajing untuk mengajarkan peserta didik cara merajut atau menganyaman Noken.
" Noken merupakan kerajinan tangan dari perajing dari bahan kulit kayu,Noken sebagai jati diri masyarakat Papua. yang harus di jaga dan di lestarikan dengan cara di perkenalkan kepada peserta didik yang merupakan sumber manusia papua,melalui pelatihan, sehingga mereka dapat menjaga dan melestarikan,"Kata Amelius.

Di Katakan Amelius noken mulai menuju kepunahan, generasi muda tidak lagi mengenal noken dan meneruskan.karena perajing sangat jarang membuat atau memproduksi noken akhirnya terlupakan.
"Noken dalam bahasa Marau Rotan untuk noken ukuran besar yang biasanya di gunakam untuk mengambil bahan makanan dan sayur, sementara noken ukuran kecil di sebuta Kaketa ini biasanya dj gunakan untuk mengambil barang seperti pinang , siri , kapur maupun dompet, untuk masyarakat di kampung di yapen rata2 yang membuat Noken adalah mama-mama yang suda lanjut usia,sementara untuk anak muda masih jarang yang membuat Noken,"Ujarnya
Sementara itu Yuliana Marta salah satu siswa kelas VI mengatakan, dengan pelatihan pembuatan Noken membatu mereka untuk menjaga dan melestarikan Noken sebagai warisan budaya.Karena sebagai generasi Papua masa kini suda tidak mengetahui Noken dan cara pembuatan.
" Kami senan karena di ajarkan cara membuat Noken, meksipun sedikit sulit cara pembuatannya, kami di kenalkan bahan kulit kayu yang di gunakan untuk pembuatan Noken, cara pembuatan Noken,"ujar Yuliana.
| Baca juga: Gubernur Papua Tinjau Kebun Kakao di Yapen |
Melalui Pelatihan Pembuatan Noken Papua di harapkan agar menarik perhatian peserta didik untuk tertarik membuat Noken Papua.
Guna menyelamatka keberadaan Noken Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan , perlu noken di masukan ke dalam kurikulum yang di ajarkan kepada peserta didik, agar supaya peserta didik ini dapat menjaga dan melestarikan noken.
Di sisi lain noken perlu di revitalisi fungsi noken dalam masyarakat dan juga di promisikan oleh pemerintah, sehingga mendorong perajing untuk tetap membuat noken, sebab noken di produksi dalam jumlah banyak sementara tidak ada pasaran akan sanggat sulit juga,Karena kendala Perajing noken adalah tidak ada pasaran untuk hasil produksi mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....