Stunting Memerlukan Intevernsi Kolaboratif Semua Pihak.

  • 08 Mei 2026 17:03 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan tinggi badan di bawah standar usianya. Menyikapi permasalahan stunting yang meningkat di Indonesia berbagai upaya dilakukan Pemerintah salah satunya melalui kegiatan Aksi Konvergensi 4, Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kabupaten Kepulauan Yapen.

Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy SE,M.Si melalui Wakil Bupati Yapen Roi Palunga, Aksi Konvergensi bagian penting dalam upaya Pemda Yapen untuk memperkuat pelaksanaan percepatan penurunan stunting melalui penyusunan program dan kegiatan yang terintegrasi,tepat sasaran dan berkelanjutan.

Melalui Forum Diskusi Benyamin Arisoy menegaskan untuk di lakukan evaluasi terhadap penaganan stunting yang telah di lakukan,serta menyepakati langkah- langkah strategis untuk di lakukan terutama pelayanan kepada masyarakat dalam hal ini ibu hamil, bayi balita dan kelurga beresiko Stunting dapat berjalan aman dan lancar. Jumat 8 Mei 2026.

"Saya tegaskan bahwan penaganan Stunting di Yapen tidak dapat di lakukan satu pihak saja, di butuhkan kolaborasi,sinergi dan komitmen bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan memahami tugas tanggung jawab yang di berikan dalam penaganan Stunting.selain OPD di harapkan perhatian dan dukungan Pemerintah Distrik, Kampung dan Masyarakat Melalui intervensi Spesifik maupun intervensi sensitif sehingga program yang di jalankan benar-benar mendukung terwujudnya generasi Yapen yang sehat,cerdas dan berkualitas,"Ujar Benyamin Arisoy.

Wakil Bupati Yapen Roi Palunga Saat membuka kegiatan Aksi Konvergensi 4

Arisoy menegaskan kegiatan yang di laksanakan tidak berhenti hanya pada laporan dan dokumen kegiatan semata, tetapi di wujudkan secara nyata melalui kerja nyata di lapangan. Sehingga upaya Pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia Yapen yang sehat, cerdas, dan berkualitas bebas dari stunting dapat terwujud.

"Selaku Pemerintah tentunya kita berharap agar seluruh perangkat daerah memahami tugas dan tanggung jawab dalam penaganan Stunting, melalui edukasi kepada ibu hamil, bayi balita maupun masyarakat, terutama kepenuhan gizi bagi hamil selama masa kehamilan, menyusui. Anak dalam masa pertumbuhan gizinya tercukupi, pola hidup sehat dan bergizi, juga penambahan gizi melalui pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil saat penimbangan,"Ujarnya.

Melalui Kegiatan Aksi Konvergensi 4 di harapkan langkah- langkah strategi yang di tetapkan untuk penaganan Stunting di Yapen dapat di laksanakan dengan baik dan benar untuk mencegah tingginya angka stunting di Yapen

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....