Pemantauan Harga Bahan Pokok di Pasar Aroro Iroro Serui
- 27 Apr 2026 06:18 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Aroro Iroro, Serui. Langkah ini dilakukan menyusul adanya kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepulauan Yapen, Jefry Manderi , menjelaskan bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya produksi dan bahan baku. ,” ujarnya.
Selain itu, dinamika harga global dan kondisi geopolitik turut berpengaruh, terutama kenaikan harga minyak bumi yang berdampak pada biaya transportasi dan logistik. Faktor cuaca serta distribusi juga menjadi kendala dalam kelancaran pasokan barang ke pasar.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan di antaranya beras, minyak goreng, daging ayam ras, telur, serta sayuran dan bumbu dapur seperti cabai dan bawang. Produk olahan pangan seperti tahu dan tempe juga mengalami kenaikan.
“Kenaikan ini sudah mulai terasa sejak awal tahun 2026 dan semakin terlihat dalam beberapa minggu terakhir,” tambahnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain melakukan pemantauan harga secara rutin melalui sistem Panel Harga Pangan dan SP2KP, serta meningkatkan koordinasi dengan Perum Bulog dan distributor guna menjaga kelancaran pasokan.
Pengawasan juga dilakukan bersama Satgas Pangan Polri guna memastikan harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan mencegah praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.
Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan penyaluran beras SPHP serta menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dan akan dilaksanakan secara bertahap, termasuk di sekitar Pasar Aroro Iroro,Kami berharap program ini dapat membantu meringankan beban masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini bersifat sementara dan dipengaruhi faktor musiman serta kondisi ekonomi global. Pemerintah memproyeksikan harga akan kembali stabil seiring meningkatnya pasokan hasil panen, normalisasi biaya logistik, serta efektivitas program intervensi.
Dalam jangka panjang, pemerintah daerah terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sentra produksi lokal, pemberdayaan petani dan nelayan, serta pemanfaatan potensi sumber daya alam daerah. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Stok pangan di Serui saat ini masih aman. Kami harap masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan turut mendukung produk lokal,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....