Kekurangan Obat Puskesmas Ureifaisei Dikeluhkan Tenaga Kesehatan Waropen

  • 04 Apr 2026 21:34 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen – Puskesmas Ureifaisei di Distrik Ureifaisei Kabupaten Waropen, saat ini mengalami kekurangan obat-obatan yang cukup serius. Kondisi ini terungkap saat kunjungan kerja DPRK Waropen dalam rangka perayaan Hari Raya Paskah.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagi kasih kepada pasien di sejumlah puskesmas. Keluhan tenaga kesehatan menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan dilakukan pada Sabtu, 4 April 2026 yang mencakup Puskesmas Waren di Distrik Waropen Bawah serta Puskesmas Ureifaisei. Dalam kesempatan itu, anggota DPRK Waropen berdialog langsung dengan tenaga medis.

Mereka mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan. Salah satu isu utama adalah terbatasnya ketersediaan obat-obatan.

Tenaga kesehatan di Puskesmas Ureifaisei Billy Sawaki mengungkapkan, bahwa kekurangan obat sudah terjadi sejak awal tahun 2026. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini cukup menghambat pelayanan kepada masyarakat.

"Keterbatasan stok membuat kami tenaga medis harus bekerja dengan kondisi yang tidak ideal. Hal ini berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan."Ungkap Billy.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pihak puskesmas mengambil langkah darurat. Penanggung jawab pengelolaan obat menggunakan sekitar 40 persen dana BPJS untuk pengadaan obat.

Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu menutupi kebutuhan secara keseluruhan. Akibatnya, tenaga kesehatan masih harus menggunakan obat seadanya.

"Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah. Kami berharap ada langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan obat di puskesmas. Mengingat etersediaan obat merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan. Tanpa dukungan obat yang memadai, pelayanan tidak dapat berjalan optimal." Tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Waropen, Yeneke S.K. Dippan, S.Sos, menanggapi langsung keluhan tersebut. Ia menyatakan bahwa anggaran Tahun 2026 masih dalam proses. Namun, pihak DPRK berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, terutama dalam memastikan ketersediaan obat-obatan khususnya yang bersifat emergensi.

DPRK Waropen juga meminta Bupati untuk mempertegas peran Dinas Kesehatan dalam pengelolaan distribusi obat, fasilitas kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan publik. Hal ini mencakup ketersediaan obat, kebersihan lingkungan, serta kondisi ruang perawatan pasien. Semua aspek tersebut penting untuk menunjang pelayanan yang maksimal.

Selain itu, DPRK Waropen juga menyoroti kesejahteraan tenaga kesehatan yang dinilai perlu mendapat perhatian. DPRK menilai bahwa tenaga medis merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan dukungan fasilitas dan kesejahteraan yang baik, pelayanan kesehatan diharapkan dapat berjalan lebih optimal. DPRK Waropen berkomitmen untuk terus mengawal permasalahan ini hingga mendapatkan solusi yang tepat".Ujar Yeneke.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....