Bupati Waropen Harap IBI Lebih Maju

  • 04 Mar 2026 22:06 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID,Waropen -Musyawarah Cabang ke-II Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Waropen periode 2023–2028 berlangsung di Gedung Pertemuan Hotel Alfanso, Rabu 4 Maret 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti.”

Musyawarah cabang tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepengurusan IBI Waropen lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh kampung di daerah itu.

Bupati Kabupaten Waropen Drs.Fransiskus Xaverius Mote,M.Si kepada awak media menuturkan, harapannya agar pengurus IBI periode 2023–2028 dapat lebih maju dibandingkan kepengurusan sebelumnya. pentingnya peningkatan kualitas organisasi dan pelayanan kebidanan hingga ke tingkat kampung.

Peran bidan desa sangat vital dalam memberikan pertolongan pertama bagi ibu hamil dan anak. Dari 100 kampung yang ada di Waropen, diharapkan seluruhnya dapat memiliki bidan desa aktif sehingga pelayanan dasar kesehatan bisa menjangkau masyarakat secara merata,"Ucapnya

Kepengurusan IBI yang baru segera mendaftarkan lembagannya ke Kesbangpol Waropen, agar terdaftar secara resmi dan diakui sebagai mitra pemerintah daerah. Dengan demikian, IBI dapat bertanggung jawab dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam menjalankan program kesehatan.

Ucapan selamat pun disampaikan kepada Ketua IBI periode 2023–2028, Yosepine Sawaki. Bupati berharap kepemimpinan baru mampu memastikan distribusi tenaga bidan desa berjalan optimal, mengingat saat ini Waropen memiliki 89 bidan desa yang perlu penempatan dan pemerataan tugas di kampung-kampung".Tambahnya

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, M.H.Kes, menyatakan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru IBI. bidan desa merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di kampung, meski diakui Waropen masih mengalami kekurangan tenaga bidan di sejumlah puskesmas dan pustu.

"Standar pelayanan di pustu seharusnya diisi tiga tenaga kesehatan yakni perawat, bidan, dan tenaga laboratorium. Kekurangan bidan terjadi karena sebagian mengikuti suami pindah tugas ke luar daerah. Namun demikian, pada masa kepemimpinan Mote–Boari, Dinas Kesehatan berkomitmen mendukung pemenuhan tenaga bidan guna memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah Waropen".Ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....