Reses DPRK Waropen Serap Aspirasi Masyarakat Oudate

  • 23 Feb 2026 21:15 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen - Kegiatan reses Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Waropen masa persidangan I tahun anggaran 2026 berlangsung di Kampung Sosiwa, Distrik Odate, Minggu 21 Februari 2026. Reses tersebut dilaksanakan dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat di Distrik Waropen Bawah dan Distrik Odate.

"Ketua DPRK Waropen, Yeneke S. K. Dippan, kepada awak media, Senin 22 Februari 2026 di ruang kerjanya menuturkan, bahwa dalam reses tersebut pihaknya menemukan sejumlah persoalan mendasar yang menjadi keluhan utama masyarakat. persoalan kesehatan dan pendidikan menjadi isu paling krusial yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

Di Kampung Sosiwa fasilitas sekolah sebenarnya telah tersedia. Namun proses belajar mengajar tidak berjalan karena tidak adanya tenaga guru. “Informasi dari masyarakat, guru yang ada hanya kepala sekolah. Selain itu, tidak tersedia rumah guru sehingga tenaga pendidik tidak betah bertugas di sana."Ujarnya

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga dinilai memprihatinkan. Dengan jumlah penduduk yang cukup banyak, kampung tersebut belum memiliki tenaga kesehatan yang menetap. Bahkan ketersediaan air bersih juga belum mendapat sentuhan optimal dari pemerintah, meski sumber air tersedia.

Dinas Kesehatan perlu menugaskan tenaga medis sekaligus memastikan tersedianya rumah dinas agar mereka dapat bekerja secara maksimal. kondisi hunian masyarakat yang rata-rata dihuni tiga hingga empat kepala keluarga dalam satu rumah, sehingga membutuhkan program pembangunan rumah layak huni."Tambahnya

Permasalahan lain yang ditemukan adalah belum tersedianya fasilitas MCK yang memadai, serta lampu penerangan tenaga surya (solar cell) yang sudah mengalami kerusakan karena usia pakai. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat setempat.

"Banyak anak dari Distrik Odate yang melanjutkan sekolah di kota mengalami kesulitan tempat tinggal dan biaya pendidikan. Tingginya angka putus sekolah menjadi perhatian serius, meski pendidikan di Papua didukung dana Otonomi Khusus. Ia berharap pemerintah dapat mengaktifkan kembali fasilitas asrama atau yayasan yang ada agar anak-anak Papua dapat bersekolah dengan baik. Seluruh aspirasi ini, tegasnya, akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRK dan disinkronkan dengan hasil musrenbang untuk diperjuangkan dalam program pemerintah tahun mendatang".Ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....