Bulog Pastikan Stok Pangan Yapen dan Waropen Aman
- 11 Feb 2026 03:43 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Perum Bulog Cabang Serui memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah layanan Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen dalam kondisi aman menjelang Hari Bulan Suci Ramadan, hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Serui, Firmansyah, mengatakan stok beras dan bahan pokok strategis lainnya di wilayah Yapen dan Waropen saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Stok beras yang tersedia di gudang Bulog Serui saat ini sekitar 1.000 ton, ditambah 2.500 ton yang sedang dalam tahap pelelangan di Sulawesi Selatan,” ujar Firmansyah, Selasa, 10 Februari 2026.
Firmansyah menjelaskan, Bulog telah mengajukan permintaan pemindahan stok dari Sulawesi ke Serui. Namun, proses pengiriman dilakukan secara bertahap karena keterbatasan kapasitas gudang.
“Kami sudah meminta pemindahan stok dari Sulawesi ke Serui. Karena keterbatasan ruang gudang, pengiriman dilakukan bertahap. Namun, dengan stok yang ada, kami pastikan kebutuhan masyarakat masih aman dan program Bulog tetap berjalan,” jelasnya.
Terkait bantuan pangan, Firmansyah mengungkapkan bahwa, Bulog telah menerima arahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengenai penyaluran Beras Bantuan Pangan Tahun Anggaran 2026 untuk alokasi bulan Februari. Saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis terkait pengemasan ulang serta jadwal dropping minyak goreng.
“Target kami, sebelum Idul Fitri, bantuan pangan dapat disalurkan secara simultan bersama program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar mampu menekan gejolak harga saat permintaan meningkat,” katanya.
Selain beras, Bulog Serui juga memastikan ketersediaan komoditas lain seperti gula pasir dengan stok sekitar 100 ton, serta minyak goreng sebanyak 45.000 liter. Untuk penyaluran beras SPHP, rata-rata kebutuhan mencapai 500 ton untuk dua Kabupaten, sementara alokasi untuk TNI/Polri dan ASN sekitar 170 ton.
“Jika dibandingkan dengan stok yang ada, ketersediaan pangan masih surplus dan aman hingga tiga bulan ke depan,” ujar Firmansyah.
Ia menambahkan, pada tahun ini Bulog mendapat penugasan dari Kementerian Perdagangan untuk mendistribusikan minyak goreng DMO (Domestic Market Obligation) bermerek Minyak Kita. Distribusi dilakukan melalui skema Distributor Tingkat I, langsung ke pengecer dan masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Penyaluran tersebut juga dipantau melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), yakni aplikasi berbasis web milik Kementerian Perdagangan untuk memantau harga dan stok bahan pokok penting secara harian.
“Ketersediaan stok ini sudah kami antisipasi sejak November hingga Desember tahun lalu, sehingga kami optimistis kondisi pangan tetap terkendali,” katanya.
Dalam waktu dekat, lanjut Firmansyah, Pemerintah Daerah juga akan melaksanakan Gerakan Pasar Murah. Bulog siap mendukung kegiatan tersebut selama perizinan terpenuhi.
“Saat ini perhatian kami pada ketepatan pengemasan di gudang dan penyesuaian permintaan kios. Namun, hal itu tidak menjadi kendala besar,” ujarnya.
Firmansyah menegaskan, Bulog menerapkan Minimum Stock Requirement (MSR) dengan cadangan aman selama tiga bulan. Jika stok turun di bawah ambang batas, Bulog segera mengajukan penambahan untuk mengantisipasi kebutuhan, mengingat wilayah Yapen merupakan daerah kepulauan.
“Secara prinsip, tambahan 2.500 ton sudah disetujui dan aman untuk Semester I 2026. Stok ini diperuntukkan bagi kebutuhan ASN, TNI/Polri, penanganan darurat bencana, bantuan pangan, serta SPHP sebagai Cadangan Beras Pemerintah yang bersifat fleksibel selama masih berada di gudang,”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....