Renovasi SMPN 1 Serui Mandek, Tiga Kelas Terbengkalai

  • 23 Jan 2026 16:57 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Renovasi empat ruang kelas di SMP Negeri 1 Serui yang dimulai sejak Oktober 2025 hingga kini belum sepenuhnya rampung. Akibatnya, tiga ruangan belum dapat digunakan untuk proses belajar mengajar, sementara satu kelas baru dapat difungsikan pada Januari 2026.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Serui, Rimbawati Iriani, menjelaskan bahwa dari empat ruangan yang direnovasi, hanya satu kelas yakni kelas VII F yang saat ini telah digunakan.

Sementara itu, tiga ruangan lainnya belum dapat dimanfaatkan karena pekerjaan renovasi belum selesai dan masih mengalami masalah, khususnya saat hujan turun.

Menurut Rimbawati, renovasi dilakukan karena kondisi ruang belajar yang sering terganggu saat musim hujan, di mana air masuk ke dalam kelas. Dari empat ruangan tersebut, tiga ruangan mengalami kerusakan cukup parah akibat genangan air dan kondisi atap yang sudah membutuhkan perbaikan, sementara satu ruangan lainnya terkendala lantai yang belum dikeramik.

Pihak sekolah, kata Rimbawati, sempat menyarankan agar lantai pada tiga ruangan tersebut dinaikkan (ditimbun) guna mengantisipasi masuknya air saat hujan. Usulan tersebut sempat dicatat oleh konsultan saat survei awal.

“Kami sempat menyarankan agar lantainya dinaikkan. Konsultan waktu itu mencatat dan mengatakan akan dinaikkan. Namun setelah beberapa bulan pekerjaan berjalan, ternyata dalam RAP tidak terdapat item penimbunan,” jelasnya.

Rimbawati menyebutkan bahwa terdapat ketidaksesuaian informasi antara hasil survei awal konsultan dengan pelaksanaan di lapangan. Bahkan, setelah pekerjaan berjalan sekitar setengahnya, pihak konsultan kembali menemui pihak sekolah dan menyampaikan bahwa terjadi perubahan pekerjaan.

Renovasi akhirnya difokuskan pada penggantian seluruh atap, sementara lantai hanya diperbaiki pada bagian yang rusak tanpa dilakukan penimbunan, padahal menurut pihak sekolah, penimbunan lantai merupakan kebutuhan utama untuk mencegah masuknya air.

Rimba menjelaskan bahwa Pihak konsultan juga menyampaikan bahwa karena tidak adanya rencana penimbunan dalam RAP, solusi yang direncanakan adalah pelebaran dan pendalaman drainase agar air tidak masuk ke dalam ruang kelas. Namun hingga saat ini, pekerjaan drainase tersebut belum dikerjakan dan saat hujan deras, air masih tetap masuk ke dalam kelas.

Akibat belum selesainya renovasi, tiga kelas sementara dipindahkan dan menggunakan Aula sekolah, Laboratorium Komputer, serta Perpustakaan sebagai ruang belajar darurat.

“Perpustakaan seharusnya digunakan anak-anak untuk membaca, tapi sekarang dipakai sebagai ruang kelas. Ini tentu tidak ideal. Harapan kami pekerjaan ini segera diselesaikan agar proses belajar mengajar kembali berjalan normal,” ujarnya.

Rimbawati juga berharap pihak sekolah setidaknya diberikan dokumen RAP pengerjaan sebagai bentuk transparansi. Hingga saat ini, penyerahan kunci ruangan belum dilakukan karena masih terdapat satu ruangan yang digunakan untuk menyimpan material, seperti keramik yang akan dipakai memperbaiki lantai kelas yang rusak.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua II DPRK Kepulauan Yapen, Djorge Diamon Logianto, menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan renovasi ruang kelas di SMP Negeri 1 Serui agar dapat diselesaikan secepatnya. Ia meminta agar kunci ruang kelas segera dikembalikan kepada pihak sekolah sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, Djorge juga menyoroti kondisi pagar sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan segera demi menjamin keamanan serta kenyamanan lingkungan sekolah.

Ia berharap seluruh pekerjaan renovasi dapat diselesaikan sesuai dengan kebutuhan sekolah, sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....