Petani Yapen Siap Angkat Kembali Komoditas Kakao

  • 21 Jan 2026 14:05 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID.Serui - Kakao (cokelat) di Kabupaten Kepulauan Yapen kembali diekspos oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Yapen melalui kerja sama dengan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, serta para investor.

Ketua Asosiasi Petani Kakao Kabupaten Kepulauan Yapen, Gasper Samai, mengatakan bahwa petani kakao di Yapen siap kembali mengangkat komoditas kakao yang selama ini terlupakan. Padahal, kakao merupakan salah satu komoditas unggulan Yapen yang pernah berjaya pada masa lalu, namun mengalami kemunduran akibat kurangnya perawatan dan sistem pemasaran yang baik. Selasa, 20 Januari 2026.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal bagi petani kakao untuk kembali menanam serta merawat tanaman kakao yang sudah ada. Ini merupakan peluang bisnis yang sangat baik untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani kakao di Yapen,” ujar Gasper Samai.

petani kakao di yapen saat pertemuan dengan pemda yapen membahas expose kembali kakao di yapen (Foto:RRI/Salo)

Selaku Ketua Asosiasi Petani Kakao Yapen, Gasper Samai menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Yapen yang kembali mendorong para petani untuk menanam kembali serta membersihkan tanaman kakao yang sudah ada agar dapat dijual, baik dalam bentuk biji kakao basah maupun kakao kering. Upaya ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangkitkan kembali sektor perkebunan kakao di Yapen dan sekitarnya.

“saya menghimbau para petani kakao yang ada di Yapen maupun Waropen untuk kembali membuka lahan kakao yang ada, menanam, membersihkan, serta memberikan pupuk, karena saat ini telah tersedia pasar untuk kakao,” ungkap Gasper Samai. Ia berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani untuk meningkatkan kembali produksi kakao.

Sementara itu, Merani salah satu petani kakao dari Kampung Konti, Distrik Yawa Kukat, menuturkan bahwa tanaman kakao merupakan sumber penghasilan bagi dirinya dan keluarga. Selama puluhan tahun, kakao menjadi mata pencaharian utama, namun seiring berjalannya waktu, kejayaan kakao mulai meredup akibat berbagai faktor, salah satunya adalah masalah pemasaran.

“Kami sangat senang dengan adanya gebrakan baru dari Pemda Yapen untuk mengekspose kembali kakao. Hal ini akan sangat membantu dan mendorong petani untuk kembali menanam kakao maupun membersihkan tanaman kakao yang sudah ada untuk nantinya dijual,” kata Bapa Merani. Melalui pertemuan Zoom yang dilakukan, para petani kakao di Yapen menyatakan kesiapan untuk kembali menanam kakao dengan melakukan penyiapan lahan, perawatan rutin seperti pemangkasan, penyiangan, pemberian pupuk, hingga proses panen dan pengeringan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....