Kabut Asap Melanda? Ini 7 Hal yang Sebaiknya Jangan Kamu Lakukan

  • 19 Sep 2026 15:45 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Kabut asap bukan hanya membuat suasana terlihat berkabut atau jarak pandang menjadi terbatas. Di balik udara yang tampak kelabu, terdapat partikel polutan yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.

Saat kabut asap melanda, menjaga kesehatan bukan hanya soal menggunakan masker. Beberapa kebiasaan sehari-hari juga sebaiknya dihindari agar tubuh tidak terlalu banyak terpapar polusi.

Lantas, apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan saat kabut asap?

1. Jangan terlalu lama berada di luar ruangan

Ketika kualitas udara memburuk, sebaiknya kurangi waktu beraktivitas di luar ruangan. Semakin lama berada di lingkungan yang berpolusi, semakin besar pula paparan yang diterima tubuh.

Jika tidak ada keperluan mendesak, pilih beraktivitas di dalam ruangan hingga kondisi udara membaik.

2. Jangan berolahraga di luar

Jogging, bersepeda, atau olahraga lainnya membuat kita bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Kondisi ini dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke paru-paru.

Karena itu, saat udara sedang buruk, pindahkan aktivitas olahraga ke dalam ruangan atau pilih waktu ketika kualitas udara lebih baik.

3. Jangan hanya mengandalkan masker kain tipis

Masker tetap penting jika harus keluar, tetapi tidak semua jenis masker memberikan perlindungan yang sama terhadap partikel halus.

Untuk paparan asap, masker seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan masker kain tipis atau masker yang longgar.

4. Jangan membuka pintu dan jendela tanpa mempertimbangkan kondisi udara

Ketika udara di luar sedang tercemar, membuka pintu dan jendela lebar-lebar dapat membuat polutan lebih mudah masuk ke dalam rumah.

Sebaiknya pantau kondisi kualitas udara terlebih dahulu dan tutup akses udara dari luar ketika kualitas udara sedang buruk.

5. Jangan membakar sampah

Membakar sampah ketika kondisi udara sudah dipenuhi asap justru dapat menambah polusi di sekitar kita.

Asap dari pembakaran dapat mengandung berbagai partikel dan zat yang mengganggu kualitas udara serta kesehatan saluran pernapasan.

6. Jangan mengabaikan gejala yang muncul

Batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mata perih, sakit kepala, atau sesak napas bisa muncul setelah terpapar asap.

Jangan menganggap semua keluhan tersebut sebagai hal sepele, terutama jika gejalanya semakin berat atau tidak kunjung membaik.

7. Jangan lupa memperhatikan kelompok yang lebih rentan

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau gangguan pernapasan dapat lebih rentan terhadap dampak polusi udara.

Saat kabut asap melanda, kelompok tersebut sebaiknya lebih membatasi aktivitas di luar dan mengurangi paparan asap sebanyak mungkin.

Kabut asap memang tidak selalu bisa kita hindari sepenuhnya, tetapi jumlah paparannya dapat dikurangi. Membatasi aktivitas di luar, tidak berolahraga di udara yang buruk, menggunakan masker yang sesuai, serta menjaga udara di dalam rumah merupakan beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Yang tidak kalah penting, jangan menunggu sampai kondisi tubuh memburuk untuk mulai berhati-hati.

Karena ketika kualitas udara sedang tidak bersahabat, menjaga jarak dari asap adalah salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....