Dehidrasi di Musim Kemarau, Bagaimana Cara Mengatasinya?
- 15 Sep 2026 09:03 WIB
- Serui
Poin Utama
- Minum secara teratur: Jangan menunggu rasa haus berlebihan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Kurangi paparan panas: Saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan pakaian yang nyaman, beristirahat di tempat teduh, dan pastikan membawa air minum.
RRI.CO.ID, Serui - Cuaca menyengat di musim kemarau mendorong lebih banyak aktivitas outdoor. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan, terutama ketika seseorang banyak berkeringat tetapi tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup.
Kondisi dehidrasi terjadi apabila tubuh tidak mampu mengganti cairan yang hilang. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tubuh terasa lemas.
Kenali Tanda-Tanda Dehidrasi
Haus adalah sinyal alami bahwa tubuh kekurangan cairan. Selain itu, dehidrasi juga bisa terlihat dari mulut kering, rasa lelah, pusing, sakit kepala, hingga warna urine yang lebih pekat.
Jika kondisi semakin memburuk, gejala dapat berupa kebingungan, tubuh tak bertenaga, hingga pingsan. Karena itu, tanda-tanda dehidrasi sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama saat cuaca sedang panas.
Cara Mencegah Dehidrasi Saat Musim Kemarau
Asupan cairan yang cukup adalah kunci utama mencegah dehidrasi. Minum air secara rutin, bukan hanya saat haus datang.. Biasakan mengonsumsi air secara berkala sepanjang hari, terutama sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik.
Selain air putih, kebutuhan cairan juga dapat diperoleh dari makanan yang mengandung banyak air, seperti semangka, melon, jeruk, dan sayuran.
Ketika harus beraktivitas di luar ruangan, usahakan menggunakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat. Hindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama dan beristirahatlah di tempat yang teduh jika tubuh mulai terasa terlalu panas.
Jangan hanya mengandalkan minuman manis atau berkafein. Air putih wajib jadi sumber utama cairan tubuh.
Perhatikan Kelompok yang Lebih Rentan
Anak-anak, lansia, serta orang yang melakukan aktivitas fisik berat perlu mendapat perhatian lebih selama musim kemarau. Mereka dapat mengalami kehilangan cairan lebih cepat atau tidak selalu menyadari bahwa tubuhnya mulai kekurangan cairan.
Orang yang bekerja di luar ruangan juga perlu mengatur waktu istirahat dan memastikan ketersediaan air minum selama bekerja.
Segera cari pertolongan medis jika gejala dehidrasi berat terjadi, seperti disorientasi, melemahnya kesadaran, atau tubuh semakin lemah.
Menjaga tubuh tetap segar hanya butuh kebiasaan sederhana: minum air cukup. Kuncinya adalah membiasakan diri minum secara teratur, mengenali tanda tubuh kekurangan cairan, dan mengurangi paparan panas berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....