Cara Mudah Mengatasi Anak Tantrum di Luar Rumah

  • 14 Agt 2026 07:20 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
  • Respons dan sikap tenang orang tua sangat berperan besar
  • Cara Mengatasi Anak Tantrum

RRI.CO.ID, Serui - Menghadapi anak yang tantrum di tempat umum sering kali membuat orang tua merasa panik, malu, dan bingung harus bersikap bagaimana. Padahal, respons dan sikap tenang orang tua sangat berperan besar dalam membantu anak kembali tenang.

Tantrum adalah hal yang lumrah terjadi pada anak, terutama pada usia balita. Kondisi ini bukanlah bentuk kenakalan, melainkan cara anak meluapkan emosi ketika mereka belum mampu mengungkapkan perasaan atau mengatasi rasa frustrasi yang dialaminya.

Dikutip dari CNN. Dokter spesialis anak, dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, menjelaskan bahwa tantrum merupakan respons anak terhadap rasa frustrasi yang belum bisa mereka kelola dengan baik. Menurut dr. Ayu, ada beragam faktor yang bisa memicu anak tantrum, mulai dari kurang tidur, keinginan atau penolakan terhadap sesuatu, pola asuh yang kurang konsisten, hingga dorongan untuk menarik perhatian orang tua.

Lalu, bagaimana langkah tepat mengatasinya saat hal ini terjadi di ruang publik?

Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

Sebagai solusi, dr. Ayu memperkenalkan pendekatan RIDD yang bisa diterapkan orang tua saat menghadapi anak tantrum. Berikut adalah penjelasannya:

1. Tetap Tenang

Langkah utama dan paling krusial adalah menjaga ketenangan diri. Walaupun situasi terasa memalukan atau memicu stres, hindari ikut terpancing e

Biarkan anak meluapkan emosinya sejenak sambil memastikan ia tetap berada dalam lingkungan yang aman. Dr. Ayu mengingatkan agar orang tua tidak merespons tantrum dengan ikut berteriak atau marah.

Sikap tenang dari orang tua akan menjadi contoh bagi anak bahwa emosi yang kuat dapat dihadapi tanpa harus melampiaskannya dengan kemarahan.

2. Abaikan Perilaku Tantrumnya

Mengabaikan di sini bukan berarti menelantarkan anak secara keseluruhan. Yang perlu diabaikan adalah perilaku negatifnya (seperti berteriak atau menangis histeris) agar anak tidak menganggap ledakan emosi sebagai taktik efektif untuk mencari perhatian.

Orang tua tetap wajib mengawasi dari dekat guna memastikan keselamatan anak selama proses meluapkan emosi tersebut berlangsung.

3. Alihkan Perhatian Anak

Setelah emosi anak mulai reda dan energinya berkurang, orang tua bisa mulai mengalihkan fokusnya ke hal atau benda lain yang lebih menyenangkan. Cara ini efektif membantu anak keluar dari situasi pemicu frustrasi sekaligus memberi ruang baginya untuk benar-benar tenang.

Mengajak anak melihat objek yang menarik, beranjak ke tempat yang lebih sepi, atau menawarkan permainan sederhana bisa menjadi pilihan tepat untuk mengalihkan perhatiannya.

4. Penuhi Kebutuhan Dasar, tetapi Jangan Menuruti Semua Keinginannya

Orang tua harus tetap peka terhadap kebutuhan fisik dan keselamatan anak misalnya saat mereka lapar, haus, atau merasa tidak nyaman. Namun, jangan langsung mengabulkan keinginan yang memicu tantrum tersebut semata-mata agar anak berhenti menangis.

Menurut dr. Ayu, ketidakkonsistenan sikap orang tua justru mengajarkan anak bahwa tantrum adalah senjata ampuh untuk mendapatkan apa pun yang mereka mau.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menetapkan batasan yang tegas namun penuh kasih. Dengan konsistensi tersebut, anak perlahan akan belajar cara yang lebih baik dan santun untuk menyampaikan keinginannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....