Gejala Hepatitis yang Sering Terlewat, Waspadai sebelum Terlambat

  • 13 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Hepatitis gejalanya bisa datang diam-diam.
  • Deteksi lebih awal dapat membuat penanganan lebih tepat.

RRI.CO.ID, Serui - Hepatitis sering kali dianggap mudah dikenali ketika kulit dan mata mulai menguning. Padahal, kondisi tersebut bukan satu-satunya tanda yang perlu diperhatikan. Pada sebagian orang, hepatitis justru berkembang tanpa keluhan yang jelas sehingga keberadaannya baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan.

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh virus maupun faktor lain. Dari beberapa jenis hepatitis, hepatitis B dan C menjadi perhatian khusus karena dapat berkembang menjadi infeksi kronis dan menyebabkan kerusakan hati dalam jangka panjang.

Mengapa gejala hepatitis sering tidak disadari?

Salah satu alasan hepatitis kerap terlambat diketahui adalah gejalanya bisa sangat ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali. Seseorang mungkin tetap beraktivitas seperti biasa meskipun virus telah menginfeksi tubuh.

Melansir laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada hepatitis B, sebagian besar orang tidak mengalami gejala ketika baru terinfeksi.

Kondisi serupa juga terjadi pada hepatitis C. WHO menjelaskan bahwa infeksi hepatitis C akut biasanya tidak menimbulkan gejala dan infeksi kronis dapat tetap tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun hingga muncul akibat kerusakan hati.

Gejala Hepatitis yang Sering Terlewat

Tidak semua keluhan berikut berarti seseorang pasti mengalami hepatitis. Namun, jika muncul berulang, menetap, atau disertai faktor risiko tertentu, sebaiknya jangan diabaikan.

1. Mudah lelah tanpa penyebab yang jelas

Tubuh terasa lemas dan cepat kehilangan energi meskipun tidur cukup. Gejala seperti ini sering dianggap hanya akibat kurang istirahat atau aktivitas yang terlalu padat.

Padahal, rasa lelah dapat termasuk salah satu keluhan yang muncul pada hepatitis.

2. Nafsu makan menurun

Perubahan nafsu makan juga bisa menjadi tanda yang luput diperhatikan. Seseorang mungkin mulai makan lebih sedikit atau merasa tidak tertarik pada makanan seperti biasanya.

Jika kondisi ini berlangsung lama dan disertai mual atau keluhan perut, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya.

3. Mual atau muntah

Mual memang merupakan keluhan yang umum dan bisa disebabkan banyak kondisi. Namun, pada hepatitis, mual dan muntah dapat muncul bersama gejala lain seperti lemas, kehilangan nafsu makan, atau rasa tidak nyaman di perut.

4. Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut

Rasa tidak nyaman pada bagian perut, terutama ketika muncul bersamaan dengan keluhan lainnya, sebaiknya tidak terus dianggap sebagai masalah pencernaan biasa.

Hati berada di bagian kanan atas perut. Namun, lokasi dan karakter rasa sakit tidak selalu khas, sehingga diagnosis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan lokasi nyeri.

5. Urine berwarna lebih gelap

Urine yang tampak lebih gelap dari biasanya dapat menjadi salah satu tanda hepatitis. WHO memasukkan urine berwarna gelap sebagai salah satu gejala yang dapat muncul pada hepatitis B maupun C.

Jika perubahan warna urine terjadi terus-menerus tanpa penjelasan yang jelas, terutama bila disertai mata atau kulit menguning, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

6. Kulit dan mata menguning

Inilah gejala hepatitis yang paling dikenal, yaitu jaundice atau penyakit kuning. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin meningkat sehingga kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kekuningan.

Meski cukup dikenal, penyakit kuning justru tidak selalu muncul pada tahap awal hepatitis. Karena itu, tidak tepat menunggu kulit atau mata menguning baru melakukan pemeriksaan.

7. Demam dan rasa tidak enak badan

Pada sebagian kasus hepatitis akut, seseorang dapat mengalami demam, tubuh terasa tidak nyaman, kehilangan nafsu makan, mual, atau keluhan lain yang menyerupai penyakit ringan. 

Karena gejalanya tidak spesifik, kondisi tersebut mudah dianggap sebagai kelelahan atau infeksi biasa.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Jangan hanya menunggu munculnya gejala berat. Pertimbangkan pemeriksaan medis jika mengalami keluhan seperti mudah lelah berkepanjangan, urine gelap, mual yang menetap, nafsu makan menurun, nyeri atau rasa tidak nyaman di perut, maupun kulit dan mata menguning.

Pemeriksaan juga penting bagi orang yang memiliki kemungkinan pernah terpapar virus hepatitis, misalnya melalui darah atau prosedur medis yang tidak aman. Jenis pemeriksaan akan disesuaikan dengan dugaan hepatitis dan kondisi masing-masing.

Khusus hepatitis B dan C, pemeriksaan memiliki peran penting karena infeksi dapat berlangsung tanpa gejala. WHO menyebut hepatitis B dan C sebagai penyebab utama sirosis serta kanker hati akibat hepatitis virus.

Hepatitis bukan penyakit yang selalu memberikan tanda jelas sejak awal. Mudah lelah, nafsu makan berkurang, mual, urine gelap, hingga rasa tidak nyaman di perut bisa terlihat seperti keluhan sehari-hari.

Namun, ketika gejala tersebut menetap atau muncul bersama tanda lain, jangan buru-buru mengabaikannya. Konsultasi dengan dokter dan pemeriksaan yang sesuai dapat membantu mengetahui kondisi hati secara lebih akurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....