Mitos atau Fakta Air Hujan Bikin Sakit?

  • 05 Feb 2026 08:13 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Banyak dari kita sejak kecil sering diingatkan, “Jangan kehujanan, nanti sakit!” Kalimat ini begitu melekat sampai-sampai air hujan sering dianggap sebagai penyebab utama flu, demam, atau masuk angin. Tapi, sebenarnya yang bikin sakit itu benar-benar air hujannya, atau ada faktor lain yang ikut berperan?

Yuk kita kupas, mana yang mitos dan mana yang fakta.

1. Air hujan itu kotor, jadi bikin sakit — SETENGAH MITOS

Air hujan pada dasarnya berasal dari uap air yang menguap, lalu mengembun di atmosfer dan jatuh ke bumi. Secara alami, air ini relatif bersih. Tapi masalahnya, saat turun ke bumi, air hujan bisa membawa partikel dari udara seperti debu, polusi kendaraa, asap pabrik dan mikroorganisme tertentu.

Di daerah dengan tingkat polusi tinggi, air hujan memang bisa mengandung zat yang kurang baik bagi tubuh, terutama jika langsung diminum atau mengenai luka terbuka. Namun, sekadar terkena kulit biasanya tidak langsung menyebabkan penyakit serius pada orang yang sehat. Jadi, bukan air hujannya semata yang bikin sakit, tapi kualitas udara tempat hujan itu turun juga berpengaruh.

2. Kehujanan bikin flu — MITOS (tapi ada penjelasannya)

Flu dan pilek disebabkan oleh virus, bukan karena air hujan. Jadi secara medis, kehujanan tidak otomatis membuat seseorang tertular flu.

Lalu kenapa banyak orang sakit setelah kehujanan? Saat tubuh kehujanan, suhu tubuh bisa turun, apalagi kalau pakaian basah dibiarkan terlalu lama. Kondisi dingin ini bisa membuat daya tahan tubuh sementara melemah. Ketika imun turun, virus yang sudah ada di sekitar (atau bahkan sudah ada di tubuh tapi belum aktif) jadi lebih mudah berkembang. Akhirnya, muncullah gejala seperti meriang, pilek, atau batuk.

Jadi, hujan bukan penyebab langsung, tapi bisa jadi pemicu kondisi tubuh melemah.

3. Air hujan bisa bikin gatal atau masalah kulit — FAKTA (dalam kondisi tertentu)

Beberapa orang mengalami gatal, ruam, atau iritasi kulit setelah kehujanan. Ini bisa terjadi karena:

• Air hujan tercampur polutan

• Kulit sensitif

• Ada riwayat alergi atau eksim

Air hujan yang asam (karena polusi udara) juga bisa mengganggu keseimbangan alami kulit, apalagi kalau tidak segera mandi setelah kehujanan. Pada orang dengan kulit sensitif, reaksi ini lebih mudah muncul.

4. Rambut kehujanan bikin pusing atau demam — MITOS

Tidak ada bukti ilmiah bahwa rambut basah karena hujan langsung menyebabkan pusing atau demam. Namun, kepala yang basah dan dingin terlalu lama bisa membuat tubuh merasa tidak nyaman dan memicu penurunan suhu tubuh. Lagi-lagi, dampaknya lebih ke reaksi tubuh terhadap dingin, bukan karena air hujannya sendiri.

5. Kapan air hujan bisa benar-benar berisiko? — FAKTA

Air hujan bisa lebih berisiko jika:

• Terjadi di daerah dengan polusi berat

• Disertai banjir (air sudah tercampur kotoran, limbah, atau bakteri)

• Mengenai luka terbuka

• Diminum langsung tanpa dimasak atau disaring

Dalam kondisi ini, risiko infeksi kulit atau gangguan pencernaan memang bisa meningkat.

Jadi, anggapan bahwa air hujan pasti bikin sakit itu tidak sepenuhnya benar. Hujan bukan penyebab langsung penyakit seperti flu atau demam, karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri. Namun, kehujanan bisa membuat tubuh kedinginan dan daya tahan menurun, sehingga kita jadi lebih rentan sakit. Kuncinya sederhana: kalau kehujanan, segera keringkan tubuh, ganti pakaian, dan mandi air hangat bila perlu. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati momen hujan tanpa harus khawatir berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....