AI dalam Kehidupan Sehari-hari: Membantu atau Menggantikan Manusia?

  • 19 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Teknologi ini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari rekomendasi konten di media sosial, asisten virtual, navigasi perjalanan, penerjemah bahasa, hingga aplikasi yang dapat membantu membuat tulisan, gambar, dan berbagai pekerjaan lainnya. Kehadiran AI menawarkan banyak kemudahan. Di dunia kerja, misalnya, AI dapat membantu mengolah informasi, menyelesaikan pekerjaan rutin, menganalisis data, serta meningkatkan produktivitas. OECD mencatat bahwa empat dari lima pekerja yang menggunakan AI dalam survei mereka mengatakan teknologi tersebut membantu meningkatkan kinerja pekerjaan.

Namun, perkembangan AI juga menimbulkan pertanyaan besar: apakah AI akan menggantikan manusia?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Laporan International Labour Organization (ILO) pada 2025 memperkirakan sekitar satu dari empat pekerja di dunia berada dalam pekerjaan yang memiliki tingkat keterpaparan tertentu terhadap AI generatif. Meski demikian, ILO menilai perubahan pekerjaan lebih mungkin terjadi melalui transformasi tugas dan pekerjaan, bukan penghapusan pekerjaan secara keseluruhan. Pekerjaan yang banyak memiliki tugas rutin dan berulang cenderung lebih mudah diotomatisasi. Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, interaksi sosial, pertimbangan etis, serta pengambilan keputusan kompleks masih sangat bergantung pada manusia. OECD juga menekankan bahwa AI sering kali berfungsi sebagai pelengkap tenaga manusia, sekaligus meningkatkan produktivitas.

Di bidang pendidikan, AI juga dapat menjadi alat bantu untuk belajar, mencari informasi, membuat materi, hingga mendukung proses penelitian. Namun, UNESCO mengingatkan bahwa penggunaan AI perlu dilakukan secara berpusat pada manusia dengan memperhatikan aspek etika, keamanan, kesetaraan, dan perlindungan data pribadi. Di sisi lain, penggunaan AI bukan tanpa risiko. Kesalahan informasi, bias, masalah privasi, keamanan data, dan ketergantungan berlebihan dapat muncul jika teknologi digunakan tanpa pengawasan yang memadai. NIST menekankan pentingnya AI yang aman, andal, transparan, dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu melindungi privasi dan mengurangi bias.

Karena itu, AI sebaiknya tidak dipandang semata-mata sebagai pengganti manusia. AI lebih tepat dilihat sebagai alat yang memperkuat kemampuan manusia. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana menciptakan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga bagaimana manusia meningkatkan keterampilan, kreativitas, literasi digital, dan kemampuan beradaptasi.

Pada akhirnya, masa depan bukan sekadar tentang manusia melawan AI, melainkan tentang bagaimana manusia dan AI dapat bekerja bersama. Teknologi dapat mengambil alih pekerjaan yang bersifat rutin, sementara manusia tetap memegang peran penting dalam kreativitas, empati, nilai, tanggung jawab, dan keputusan yang membutuhkan pertimbangan manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....