Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan di Usia 20-an dan Cara Menghindarinya
- 08 Sep 2026 09:12 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Usia 20-an adalah fase penting dalam kehidupan finansial. Di masa ini, banyak orang mulai meraih kemandirian finansial dan menerima penghasilan sendiri. Namun, kurangnya pengalaman serta godaan gaya hidup sering kali memicu keputusan keuangan yang keliru dan berdampak panjang.
1. Terjebak Gaya Hidup FOMO dan Lifestyle Creep
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kecenderungan meningkatkan gaya hidup seiring bertambahnya penghasilan (lifestyle creep) adalah jebakan utama di usia 20-an. Keinginan untuk selalu mengikuti tren, nongkrong di tempat kekinian, atau membeli barang kian berorientasi pada gengsi ketimbang fungsi.
Cara Menghindarinya: Terapkan prinsip budgeting ketat. Alokasikan dana hiburan secara spesifik (misalnya maksimal 10–15% dari gaji) dan jangan melebihi batas tersebut. Ingat bahwa prioritas finansial setiap orang berbeda.
2. Mengabaikan Pembentukan Dana Darurat
Banyak anak muda merasa belum membutuhkan dana darurat karena merasa tubuhnya sehat dan pekerjaannya aman. Padahal, risiko seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), kecelakaan, atau kebutuhan mendesak keluarga bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.
Cara Menghindarinya: Prioritaskan menyisihkan 3–6 kali pengeluaran bulanan ke dalam rekening khusus yang terpisah dari rekening operasional harian. Pilih instrumen yang likuid seperti reksa dana pasar uang atau tabungan biasa.
3. Penggunaan Utang Konsumtif yang Tidak Terkontrol
Kemudahan akses kartu kredit, fitur PayLater, hingga pinjaman online (pinjol) sering kali membuat batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur. Menggunakan utang untuk konsumsi barang yang nilainya terus menyusut hanya akan membebani arus kas bulanan.
Cara Menghindarinya: Gunakan fasilitas kredit hanya jika Anda memiliki dana tunai yang cukup untuk melunasinya secara penuh sebelum jatuh tempo. Hindari membayar minimum payment agar tidak terjerat bunga berbunga.
4. Menunda Berinvestasi dan Menyiapkan Dana Pensiun
Menganggap investasi dan dana pensiun sebagai urusan usia 30 atau 40-an adalah kesalahan fatal. Menunda investasi berarti kehilangan potensi efek compounding (bunga berbunga) yang sangat optimal jika dimaksimalkan sejak usia muda.
Cara Menghindarinya: Mulai berinvestasi sedini mungkin, meskipun dengan nominal kecil. Pelajari profil risiko pribadi dan pilih instrumen yang tepat seperti reksa dana, saham, atau obligasi pemerintah.
5. Tidak Memiliki Asuransi Kesehatan
Menandalkan dana tabungan untuk biaya medis adalah tindakan berisiko tinggi. Satu kali perawatan rumah sakit tanpa perlindungan asuransi dapat menguras seluruh tabungan yang telah dikumpulkan bertahun-tahun.
Cara Menghindarinya: Pastikan setidaknya memiliki asuransi kesehatan dasar seperti BPJS Kesehatan. Jika anggaran memungkinkan, tambahkan asuransi kesehatan swasta untuk memberikan perlindungan yang lebih komprehensif.
Kesalahan finansial di usia 20-an sangat wajar terjadi, namun bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Kunci utamanya adalah membangun kesadaran finansial, membentuk kedisiplinan sejak dini, dan fokus pada tujuan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....