Bukan Sekadar Legit, Ini Rahasia di Balik Aroma Menyengat Buah Durian

  • 19 Jun 2026 13:06 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Bagi para pencintanya, aroma buah durian adalah undangan terbuka yang sangat menggoda selera. Wanginya yang manis dan khas seolah menjanjikan kelezatan tekstur daging buahnya yang legit dan berkrim. Namun bagi sebagian orang lainnya, aroma ini justru menjadi "bencana" yang memicu pusing dan mual.

Sentimen ekstrem ini membuat durian dinobatkan sebagai The King of Fruit sekaligus buah paling kontroversial di dunia, sampai-sampai dilarang masuk ke dalam hotel dan transportasi umum di berbagai negara.

Namun, pernahkah Anda penasaran mengapa buah berduri ini bisa menghasilkan aroma yang begitu menusuk hidung dan bertahan sangat lama? Para ilmuwan ternyata telah berhasil membongkar rahasianya.

Perpaduan 50 Senyawa Kimia Sekaligus

Sebuah penelitian mendalam yang dilakukan oleh para ilmuwan di Jerman berhasil memetakan struktur aroma durian. Hasilnya mengejutkan: aroma durian bukan berasal dari satu atau dua zat saja, melainkan hasil "orkestra" dari sekitar 50 senyawa kimia aktif yang menguap secara bersamaan.

Dari puluhan senyawa tersebut, ada dua kelompok zat utama yang paling mendominasi dan bertarung di dalam indra penciuman kita:

  • Senyawa Beraroma Manis (Esters): Senyawa ini memberikan aroma buah yang manis, segar, dan legit seperti buah pisang, apel, atau nanas yang sangat matang.

  • Senyawa Beraroma Busuk (Senyawa Sulfur Volatil): Senyawa yang mengandung belerang/sulfur ini melepaskan aroma yang mirip dengan bawang busuk, telur busuk, kubis basi, hingga gas alam.

Ketika buah durian matang, kedua kelompok senyawa ini dilepaskan ke udara secara masif. Bagi penikmat durian, otak mereka cenderung menangkap sinyal esters yang manis. Sebaliknya, bagi yang benci, hidung mereka akan jauh lebih sensitif terhadap tajamnya aroma sulfur.

Senyawa Langka: Ethionine

Pada akhir tahun 2019, peneliti dari Technical University of Munich menemukan fakta baru bahwa durian mengandung asam amino langka yang disebut ethionine. Saat durian semakin matang, asam amino ini akan pecah dan memicu lonjakan produksi senyawa hidrogen sulfida (aroma sulfur) secara drastis. Inilah alasan mengapa durian yang terlalu matang (overripe) akan tercium sangat menyengat dan rasanya mulai beralkohol.

Alasan Evolusi: Trik Durian untuk "Bertahan Hidup"

Secara biologis, aroma menyengat ini bukanlah sebuah ketidaksengajaan. Di alam liar hutan tropis, aroma kuat ini adalah strategi bertahan hidup dan berkembang biak pohon durian.

Aroma sulfur yang pekat dapat tercium dari jarak hingga berkilometer-kilometer oleh hewan-hewan hutan seperti orangutan, gajah, dan kelelawar. Hewan-hewan ini akan datang, memakan daging buahnya, lalu membuang biji durian yang besar di tempat lain melalui kotoran mereka. Dengan cara inilah pohon durian menyebarkan benihnya ke seluruh penjuru hutan.

Tips Menjinakkan Bau Durian Setelah Makan:

Jika Anda habis berpesta durian dan ingin menghilangkan aromanya yang menempel di tangan atau mulut, gunakan trik alami ini:

Gunakan Kulit Durian: Tuangkan air ke dalam cekungan kulit durian bagian dalam yang berwarna putih, lalu gunakan air tersebut untuk mencuci tangan dan berkumur. Kulit durian mengandung senyawa penawar alami yang bisa mengikat dan menetralkan bau sulfur dengan cepat.

Jadi, di balik kelegitan rasanya, aroma ekstrem durian adalah perpaduan sains kimia tingkat tinggi dan keajaiban evolusi alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....