Komitmen Berau Membangun Pariwisata Berkelanjutan
- 02 Feb 2026 16:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Kabupaten Berau dikenal luas sebagai surga pariwisata Kalimantan Timur. Mulai dari Kakaban, Sangalaki, Derawan, hingga Maratua, nama-nama tersebut telah mendunia. Namun, di balik destinasi populer itu, masih banyak potensi wilayah lain yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Berau di bawah kepemimpinan Sri Juniarsih Mas.
Saat ditanya apakah masih ada wilayah yang belum pernah ia kunjungi, Sri Juniar Simas dengan mantap menjawab seluruh wilayah Berau telah ia datangi. “Insyaallah dari ujung ke ujung sudah semua,” ujarnya. Hal ini mencerminkan keseriusannya dalam memahami kondisi riil daerah yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Berau terdiri atas 100 kampung dan 10 kelurahan. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 kampung telah berstatus mandiri, 42 kampung masuk kategori maju, dan sisanya merupakan kampung berkembang. Ia menegaskan saat ini sudah tidak ada lagi kampung tertinggal, sebuah capaian penting dalam pemerataan pembangunan.
Baca juga: Sosok Sri Juniarsih Bukti Kesetaraan Gender di Kabupaten Berau
Menurutnya, setiap kampung di Berau memiliki potensi luar biasa yang berbeda-beda. Terutama di wilayah pesisir yang mencakup enam kecamatan, seluruhnya memiliki keunggulan di sektor pariwisata, kelautan, dan perikanan. Potensi tersebut menjadi kekuatan utama Berau yang tidak dapat digeser oleh daerah lain.

(Foto: Instagram Bupati Berau @srimaksir)
Pengakuan tersebut dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Arindama di bidang pariwisata serta kelautan dan perikanan. “Anugerah alam yang diberikan Allah SWT kepada Berau sangat luar biasa. Belum dipoles saja sudah indah, apalagi kalau dipoles,” katanya.
Sejak periode pertama kepemimpinannya, pemerintah daerah telah memaksimalkan potensi pariwisata melalui peningkatan infrastruktur dan fasilitas penunjang. Dikatakannya, pembangunan jalan, aksesibilitas, serta sarana wisata menjadi prioritas karena sektor ini berperan besar dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia juga menjelaskan, infrastruktur di wilayah pesisir kini telah mencapai sekitar 90 persen dalam kondisi baik. Meski demikian, perbaikan terus dilakukan melalui program tindakan reaksi cepat (TRC) untuk menangani jalan berlubang. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat serta wisatawan.
Sejumlah destinasi alternatif turut dikembangkan tanpa menghilangkan keasliannya, seperti Tulung Nilenggo di Kecamatan Batu Putih, Pamapak di Kecamatan Biatan dengan wisata air panas asin, Kampung Dumaring dengan wisata hutan alami, hingga Labuan Cermin dan wisata yang ada di Kecamatan Talisayan. “Pengembangan wisata ini tidak hanya mempercantik daerah, tetapi juga memberikan pendapatan langsung bagi kampung,” ucapnya.
Baca juga: Konsistensi Membangun SDM demi Berau Maju dan Berkelanjutan
Destinasi unggulan lainnya seperti Teluk Sumbang, Pulau Derawan, dan Pulau Maratua terus dibenahi. Maratua bahkan kini memiliki akses penerbangan langsung dari Tanjung Redep sebanyak tiga kali dalam sepekan. Menurutnya, kehadiran penerbangan tersebut menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara.
Keindahan Pulau Maratua kerap disandingkan dengan destinasi wisata kelas dunia. “Banyak wisatawan asing menyebut Maratua sebagai “Maldives-nya Indonesia” karena keindahan alamnya yang masih alami. Julukan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan pariwisata berkelanjutan,” ujar Bupati Sri.
Dengan potensi alam yang merata dari daratan hingga kepulauan, Kabupaten Berau menegaskan posisinya sebagai pusat pariwisata unggulan Kalimantan Timur. Kepemimpinan Sri Juniarsih Mas menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada destinasi terkenal, tetapi juga pada penguatan seluruh kampung agar tumbuh bersama dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....