Sosok Sri Juniarsih Bukti Kesetaraan Gender di Kabupaten Berau
- 02 Feb 2026 15:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Selain meraih penghargaan di bidang pembangunan pendidikan dan kesejahteraan guru, Kabupaten Berau kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada tahun 2026, Berau berhasil menerima penghargaan Arindama untuk kategori pengembangan pariwisata dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Anugerah Srikandi Indonesia 2025. Penghargaan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam konteks Kalimantan Timur, kepemimpinan perempuan masih tergolong langka. Saat ini, hanya dua daerah yang dipimpin oleh perempuan, yakni Kabupaten Berau dan Kota Bontang. Hal ini menjadikan posisinya semakin strategis dalam memperjuangkan kesetaraan gender, sekaligus menjadi representasi perempuan dalam kepemimpinan daerah.
Menanggapi tantangan sebagai kepala daerah perempuan, Sri Juniarsi Mas mengatakan, setiap amanah di organisasi mana pun pasti memiliki kendala. Namun, menurutnya, tantangan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi peran perempuan. “Bukan berarti kita sebagai seorang perempuan tidak bisa berbuat apa-apa, karena kita memiliki waktu yang sama dan potensi yang sama,” ujar Bupati Sri kepada RRI, seperti dikutip dari laman youtube RRI Samarinda, Senin 2 Februari 2026.
Ia menegaskan, kunci utama kepemimpinan terletak pada kemauan untuk terus belajar. Hingga saat ini, lanjut Sri, dirinya masih aktif berdiskusi dengan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Diskusi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan regulasi dan tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.
Baca juga: Konsistensi Membangun SDM demi Berau Maju dan Berkelanjutan
Menurutnya, kolaborasi dan komunikasi menjadi fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Ia juga menyampaikan, berdiskusi dengan pejabat teknis adalah bentuk kehati-hatian dalam memimpin, agar setiap keputusan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan berjalan sesuai aturan perundang-undangan.
Dalam pandangannya, kesetaraan gender bukanlah tentang perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan, melainkan tentang kesempatan yang sama. “Siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peluang yang setara untuk berkembang, asalkan mau memanfaatkan waktu untuk belajar, berdiskusi, dan terus meningkatkan kapasitas diri,” katanya.
Anugerah Srikandi Tahun 2025 yang diraihnya merupakan sebuah penghargaan yang diberikan atas kontribusi dan ketangguhan perempuan dalam kepemimpinan. Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Sri Juniarsih Mas sebagai figur inspiratif bagi perempuan, khususnya di Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur.
Saat menyampaikan pesan kepada para perempuan, Sri Juniarsih mengatakan, tantangan sejatinya merupakan proses pembentukan diri. “Tantangan adalah progres agar kita menjadi lebih kuat dan berkembang,” ucapnya. Ia juga menekankan, perempuan tidak boleh berada dalam posisi stagnan karena hal tersebut justru menghambat pertumbuhan diri.
Lebih lanjut, disampaikan Bupati Sri, kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada kemampuan berpikir dan bertindak, tetapi juga pada keteguhan doa. Menurutnya, doa merupakan dukungan spiritual yang luar biasa dalam menghadapi setiap rintangan kehidupan. Dengan usaha, inovasi, dan doa, perempuan diyakini mampu melewati berbagai tantangan dan bersaing secara sehat di masa depan.
Melalui kepemimpinannya saat ini, Kabupaten Berau tidak hanya mencatat prestasi pembangunan, tetapi juga menghadirkan narasi kuat tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kepemimpinannya menjadi bukti bahwa perempuan mampu memimpin dengan bijak, tangguh, dan berintegritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....