MASATA Bontang Gencarkan Program Wisata Industri Berbasis PSDM

  • 12 Okt 2025 15:02 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Dewan Pimpinan Cabang Masyarakat Sadar Wisata (DPC MASATA) Kota Bontang, terus mendorong terwujudnya konsep wisata industri berbasis pengembangan sumber daya manusia (PSDM). Upaya ini ditandai dengan audensi bersama Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Dasuki, pada Kamis (9/10/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Dispoparekraf tersebut, Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, bersama jajaran pengurus inti menyampaikan progres program yang telah berjalan. MASATA menekankan pentingnya sinergi pentahelix, yakni kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam membangun wisata industri di Bontang.

Program aksi yang sudah dilaksanakan meliputi kerja sama dengan Badak LNG, DPRD dan Pemkot Bontang melalui forum RDP dan Rakor, hingga dukungan akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Setia Budi (UNS) berupa penelitian dan kunjungan pabrik. MASATA juga menggandeng media seperti RRI Pro 1 Samarinda dan Infoterkini Media Online dalam publikasi. Bahkan, pelatihan driver Sapta Pesona bagi pengemudi transportasi travel juga telah dilakukan.

Baca juga: MASATA Bontang Susun Skema Program Wisata Industri

Plt. Kadispoparekraf Bontang, Dasuki, menyambut positif inisiatif MASATA. Menurutnya, program ini sejalan dengan grand design Bontang Techno Park yang pernah ia rancang saat menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang. Konsep Techno Park yang menampilkan diorama kilang LNG, pabrik pupuk, dan area UMKM diyakini bisa dipadukan dengan program wisata industri MASATA.

“Dengan sinergi, kawasan wisata edukasi berbasis industri bisa diwujudkan. MASATA berpotensi menjadi motor penggerak agar konsep ini berjalan linier dengan pengembangan pariwisata daerah,” ujar Dasuki.

Lebih jauh, Dasuki menyatakan kesiapannya membuka ruang diskusi bersama MASATA, bahkan berencana melibatkan OPD terkait seperti BAPPERIDA, DISDIK, dan DKUMPP. Pendampingan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga akan diupayakan demi memperkuat landasan riset dan implementasi program.

MASATA menyampaikan apresiasi tinggi atas respon konstruktif tersebut. Eko Satrya menambahkan, pihaknya juga sudah menerima dukungan dari kalangan akademisi, termasuk Universitas Mulawarman dan STTIB, yang tertarik melakukan kerja sama resmi melalui nota kesepahaman (MoU).

Namun, sesuai arahan Plt. Kadispoparekraf, langkah awal yang perlu dilakukan MASATA adalah menjalin MoU dengan Pemkot Bontang. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama (PKS) bersama unsur pentahelix lainnya. Hal ini dinilai penting agar aspek teknis, administrasi, hingga penganggaran dapat difasilitasi secara optimal.

Audensi tersebut menjadi momentum penting dalam mewujudkan visi Bontang sebagai kota tujuan wisata edukasi berbasis industri. Tidak hanya menambah daya tarik pariwisata, program ini juga menyiapkan masa depan Bontang pasca-migas dengan memanfaatkan keunggulan komparatifnya sebagai kota industri dan jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....