Kolaborasi Unmul dan MASATA Kembangkan Wisata Industri Edukatif di Bontang
- 24 Apr 2026 14:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sinergi antara dunia akademik dan sektor pariwisata kembali diperkuat melalui kegiatan praktikum lapangan mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Mulawarman di Kampung Wisata Terapung Tihi-Tihi, Kota Bontang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan program wisata industri berbasis edukasi yang digagas DPC MASATA Kota Bontang.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara DPC MASATA Kota Bontang dengan pihak akademisi melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, perusahaan, akademisi, komunitas, dan media. Kegiatan ini juga menjadi agenda tahunan yang telah memasuki pelaksanaan ketiga kalinya.
Ketua DPC MASATA Bontang, Eko Satrya, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia berbasis potensi daerah. Menurutnya, wisata tidak hanya sebatas rekreasi, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang strategis.
“Program ini menjadi bentuk nyata kolaborasinergi pentahelix di Kota Bontang. Kawasan wisata dan industri tidak hanya dimanfaatkan untuk rekreasi atau produksi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengembangan SDM,” ujar Eko.
Kegiatan praktikum lapangan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, dengan titik keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Laut. Sebanyak sekitar 80 mahasiswa angkatan 2025 bersama 10 dosen pendamping, termasuk Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unmul, turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Kampung Wisata Terapung Tihi-Tihi dipilih sebagai lokasi praktikum karena memiliki karakteristik ekosistem tropis yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa. Di lokasi ini, peserta melakukan berbagai aktivitas ilmiah seperti sampling vegetasi, inventarisasi flora dan fauna, pengamatan ekosistem perairan, hingga pengolahan data lapangan.
Selain itu, jajaran pengurus DPC MASATA Kota Bontang juga turut mendampingi langsung kegiatan tersebut guna memastikan kelancaran pelaksanaan sekaligus memberikan wawasan terkait potensi wisata lokal kepada para peserta.
Eko Satrya juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk Pemerintah Kota Bontang dan sejumlah perusahaan industri di wilayah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Bontang, Badak LNG, dan Pupuk Kaltim atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi nyata antar sektor mampu memberikan manfaat luas, khususnya dalam pengembangan wisata edukatif,” ucapnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga memahami potensi integrasi antara sektor industri dan pariwisata. Pendekatan ini dinilai mampu membuka peluang baru dalam pengembangan konsep ecotourism dan industrial tourism di daerah.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga Kota Bontang semakin dikenal sebagai destinasi wisata berbasis edukasi yang unggul dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....