MASATA Bontang Susun Skema Program Wisata Industri
- 12 Okt 2025 15:18 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: DPC MASATA Kota Bontang resmi mencetuskan Program Wisata Industri Bontang. Sebuah konsep pariwisata yang berfokus pada edukasi dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Program ini digadang-gadang menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan Bontang sebagai kota wisata edukasi berbasis industri, sekaligus mendukung transformasi ekonomi daerah di masa depan.
Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah melakukan serangkaian tahapan penting untuk merumuskan konsep program ini. Mulai dari komunikasi dan koordinasi dalam forum RDP bersama DPRD Kota Bontang, hingga roadshow ke berbagai unsur pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Tahapan itu kemudian dilanjutkan dengan rakor pentahelix untuk menyusun perencanaan aksi yang lebih konkret.
Dari rangkaian tahapan tersebut, lahirlah sebuah skema program wisata industri yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan dan pengelolaan pariwisata Bontang. Skema ini menempatkan sektor industri sebagai daya tarik utama sekaligus magnet wisata, dengan berbagai komponen pendukung yang mencakup aspek atraksi, edukasi, dan kompetensi.
Pada komponen atraksi, misalnya, wisatawan akan diajak mengikuti tur pabrik, kilang, atau tambang yang menjadi ikon industri Bontang. Hal ini bukan hanya menawarkan pengalaman unik, tetapi juga memperkuat citra kota sebagai kawasan industri yang terbuka dan edukatif.
Sementara itu, pada komponen edukasi, program diarahkan untuk mendukung kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) dan magang bagi pelajar maupun mahasiswa. Dengan begitu, sektor pendidikan dapat terhubung langsung dengan dunia industri, sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif.
Komponen berikutnya adalah penguatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan (diklat), serta pendirian training center (TC). Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat lokal sekaligus menyiapkan tenaga kerja berdaya saing tinggi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Menurut Eko Satrya, skema yang disusun secara kolaboratif ini akan memfasilitasi kerja sama lintas sektor dalam berbagai bentuk, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat, pemberdayaan SDM, hingga pengembangan pendidikan. “Tujuan akhirnya adalah menghasilkan manfaat yang optimal melalui sinergi semua unsur pentahelix,” ujar Eko Satrya.
MASATA optimistis, Program Wisata Industri Bontang bukan hanya akan memperkuat identitas kota sebagai pusat industri dan jasa, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan Bontang pasca-migas. Dengan menekankan pada aspek edukasi dan pemberdayaan SDM, Bontang diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul sekaligus menghadirkan destinasi wisata yang berbeda dari kota lain.
Dengan skema yang telah disiapkan, MASATA berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersatu dalam mendukung realisasi program ini. Kolaborasi diyakini menjadi kunci agar Bontang mampu tampil sebagai kota wisata edukasi berbasis industri yang berkelanjutan, inklusif, dan memiliki daya saing global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....