Cara Efektif Berkomunikasi dengan Gen Alpha dan Gen Z
- 03 Jun 2026 15:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perbedaan cara berkomunikasi antargenerasi kerap menjadi tantangan di era digital. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah kebiasaan Generasi Alpha (Gen Alpha) dan Generasi Z (Gen Z) yang dianggap memberikan respons singkat saat diajak berbicara, bahkan ketika sedang sibuk dengan gawai. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa kesulitan membangun komunikasi yang hangat dan efektif dengan mereka.
Dalam sebuah diskusi mengenai karakteristik generasi muda, siswa SMA Budi Bakti Samarinda, Ken, mengungkapkan pengalamannya saat berinteraksi dengan Gen Alpha. Menurutnya, banyak anak dari generasi tersebut cenderung menjawab singkat dan tetap fokus pada layar ponsel ketika diajak berbincang. Ia pun mempertanyakan cara yang tepat agar komunikasi dapat terjalin lebih baik.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Gen Alpha, Muhammad Jamil, menjelaskan pendekatan komunikasi perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing individu. "Bagaimana cara kita menghadapi mereka itu dengan mengajak komunikasi yang baik. Terkadang mereka terlalu sibuk dengan gadget atau aktivitas daringnya sehingga perlu diajak berbicara lebih lanjut," ujar Jamil, dikutip Rabu 3 Juni 2026.
Menurut Jamil, tidak semua respons singkat menunjukkan sikap tidak peduli. Ada kalanya seseorang memang sedang fokus pada aktivitas tertentu atau memiliki karakter yang lebih tertutup. Karena itu, komunikasi yang sabar dan tidak memaksa menjadi salah satu kunci membangun hubungan yang lebih dekat dengan generasi muda saat ini.
Pandangan serupa disampaikan oleh perwakilan Gen Z, Ida Ayu Ardyathami Dewi Pastisya atau Ami. Ia menilai pendekatan emosional menjadi langkah penting untuk mendapatkan perhatian Gen Alpha. "Caranya adalah dengan mendekati secara perlahan. Kita tahu dulu kondisi emosionalnya, lalu mengajak mereka bermain agar perhatian mereka lebih terpusat," kata Ami.
Ami menjelaskan, banyak anak dari generasi saat ini ingin merasa didengar dan diperhatikan. Oleh karena itu, membangun kedekatan melalui percakapan ringan dan interaksi yang menyenangkan dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih baik. Menurutnya, pendekatan yang terlalu formal atau langsung pada inti pembicaraan terkadang justru membuat anak enggan merespons.
Sementara itu, Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) HIMPSI Kalimantan Timur, Ayunda Ramadani, menilai bahwa cara berkomunikasi dengan Gen Alpha perlu menyesuaikan minat yang sedang mereka perhatikan. "Kalau mau mendekati generasi Alpha, kita masuk dulu ke hal-hal yang sedang dia perhatikan saat itu," ucap Ayunda.
Ia mencontohkan, ketika seorang anak sedang menonton video atau bermain gim, orang dewasa dapat memulai percakapan dengan menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas tersebut. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan langsung memberikan pertanyaan tanpa membangun keterhubungan terlebih dahulu.
Selain itu, Ayunda menekankan pentingnya kontak mata saat berbicara dengan Gen Alpha. Menurutnya, komunikasi akan lebih mudah terjalin apabila lawan bicara berada pada posisi yang sejajar dan memberikan perhatian penuh. "Ketika ingin bertanya sesuatu, masuk dari situ dulu kemudian tatap matanya. Jadi memang harus ada komunikasi dua arah," ujar Ayunda.
Meski dikenal sebagai generasi yang lugas dan tidak suka basa-basi, Ayunda menegaskan bahwa karakter tersebut bukanlah hal yang buruk. Gen Alpha dan Gen Z cenderung menyukai komunikasi yang langsung pada inti persoalan atau to the point. Namun, ia mengingatkan bahwa kesopanan tetap harus menjadi bagian penting dalam setiap interaksi.
Pada akhirnya, membangun komunikasi dengan Gen Alpha dan Gen Z membutuhkan pemahaman terhadap karakteristik mereka. Pendekatan yang penuh empati, komunikasi dua arah, serta ketertarikan terhadap dunia mereka menjadi kunci untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat. Dengan cara tersebut, perbedaan generasi tidak lagi menjadi penghalang, melainkan jembatan untuk saling memahami dan menghargai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....