Antrean SPBU Ganggu Jalan, Hiswana Migas Dorong Pemkot Samarinda Atur Polanya

  • 03 Okt 2026 10:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda –Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Samarinda meminta Pemerintah Kota Samarinda terlibat mengatur pola antrean kendaraan di SPBU yang meluber hingga badan jalan.

Permintaan itu disampaikan menyusul kondisi antrean yang membutuhkan penanganan bersama antara pengelola SPBU dan pemerintah. Hiswana Migas menilai pengaturan kendaraan di luar area SPBU berkaitan dengan kewenangan pemerintah daerah.

Ketua DPC Hiswana Migas Samarinda Kartika Rachmawati mengatakan, lembaga penyalur SPBU memiliki keterbatasan dalam mengatur antrean kendaraan. Posisi lembaga penyalur lebih berfokus pada pelayanan pengisian BBM kepada konsumen.

“Untuk lembaga penyalur SPBU anggota Hiswana ini memang punya keterbatasan dari sisi payung hukum. Karena kami sifatnya operator bersama Pertamina dan juga lembaga penyalur,” kata Kartika, saat dikonfirmasi Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurut Kartika, pengaturan antrean yang menggunakan badan jalan membutuhkan keterlibatan instansi pemerintah. Pola antrean juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing SPBU di Samarinda.

“Untuk mengatasi antrean yang ada di Kota Samarinda, saya berharap pemerintah kota bisa membersamai untuk mengatur pola distribusi antreannya,” ucapnya.

Ia menyebut, salah satu pola yang sebelumnya diwacanakan adalah penggunaan kupon bagi konsumen. Namun, penerapannya tetap perlu menyesuaikan kebijakan dan hasil evaluasi Pemerintah Kota Samarinda.

Kartika memastikan Hiswana Migas siap mengikuti pola antrean yang nantinya ditetapkan pemerintah. Menurutnya, koordinasi diperlukan agar penataan antrean tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola SPBU.

“Hiswana siap mengikuti dan mendukung pola antrean yang ditetapkan pemerintah kota nantinya secara bersama,” ujar Kartika.

Selain antrean, persoalan pengisian BBM secara berulang juga dinilai perlu menjadi perhatian. Hiswana Migas menyebut hal tersebut membutuhkan evaluasi bersama agar penataan antrean dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Sementara dari sisi distribusi, Kartika memastikan penyaluran BBM oleh lembaga penyalur sejauh ini berjalan normal. Tidak terdapat kendala berarti dalam proses distribusi BBM kepada masyarakat.

“Distribusi BBM sejauh ini berjalan normal tanpa kendala berarti dari lembaga penyalur,” katanya.

Hiswana Migas Samarinda sebelumnya telah menyampaikan masukan kepada Pemerintah Kota Samarinda melalui beberapa kali audiensi. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi pemerintah kota terkait langkah penanganan antrean SPBU.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....