Polisi Pantau SPBU Sangatta, Antisipasi Antrean dan Praktik Pengetapan BBM

  • 17 Sep 2026 19:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Sangatta - Kepolisian memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan masih terpantau tersedia.

Pemantauan dilakukan Polsek Sangatta Utara pada Rabu, 16 September 2026, dengan mendatangi sejumlah SPBU dan penyalur BBM. Selain mengecek stok, petugas turut mengawasi proses distribusi untuk mengantisipasi antrean panjang serta praktik pengisian BBM berulang atau pengetapan.

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan pengecekan dilakukan untuk melihat langsung kondisi stok berbagai jenis BBM sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan.

“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Kami juga mengantisipasi adanya antrean maupun potensi penyalahgunaan dalam pendistribusian BBM,” ujar Bambang Eko.

Sejumlah lokasi yang dipantau antara lain SPBU PT Tunas Keluarga Mandiri, PT Hasnawi Sejahtera, PT Sehati Sangatta, PT Sunandar Jaya Mandiri, serta beberapa APMS, Pertashop dan SPBU lainnya di wilayah Sangatta.

Dari pengecekan tersebut, stok BBM secara umum masih tersedia. Di SPBU PT Tunas Keluarga Mandiri, misalnya, tercatat Pertalite sekitar 11.235 liter, Bio Solar 6.183 liter, Pertamax 16.737 liter, Dexlite 2.432 liter dan Pertamax Turbo 8.644 liter. Sementara stok Pertamina Dex pada saat pengecekan tercatat kosong.

Sedangkan di SPBU PT Sehati Sangatta, Sangatta Selatan, persediaan yang tercatat meliputi Pertalite 25.828 liter, Bio Solar 16.018 liter, Pertamax 11.821 liter dan Pertamax Turbo 8.877 liter.

Kepolisian juga mencatat adanya rencana penyaluran BBM dari Pertamina ke sejumlah SPBU. Namun, sebagian pengiriman masih menunggu persetujuan dari pihak Pertamina.

Polsek Sangatta Utara turut mewaspadai kemungkinan bertambahnya antrean pada jalur Pertalite. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila konsumen yang sebelumnya menggunakan jenis BBM lain beralih ke Pertalite.

Bambang mengatakan pengaturan di lokasi SPBU diperlukan agar antrean tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar area pengisian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti aturan yang berlaku saat melakukan pengisian BBM. Petugas SPBU juga kami minta melakukan pelayanan sesuai ketentuan sehingga distribusi BBM dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan antrean yang tidak perlu,” katanya.

Selain antrean, polisi memberi perhatian khusus terhadap kemungkinan adanya konsumen yang melakukan pengisian BBM berulang. Praktik tersebut dikhawatirkan mengurangi kesempatan masyarakat lain memperoleh BBM.

Karena itu, petugas SPBU diminta memperketat pengawasan dan memastikan pengisian dilakukan sesuai ketentuan.

“Petugas SPBU kami ingatkan agar mengisi BBM kepada konsumen sesuai aturan dan melakukan pengawasan terhadap pengisian berulang. Ini penting agar distribusi BBM tetap tertib dan tidak merugikan masyarakat lainnya,” kata Bambang.

Hingga monitoring dilakukan, polisi belum menemukan indikasi kecurangan dalam kegiatan niaga BBM di lokasi yang diperiksa. Polsek Sangatta Utara menyatakan pemantauan akan terus dilakukan, terutama terhadap stok, kelancaran distribusi, antrean dan pelayanan di SPBU wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....