Karhutla Hari Kelima di Petung PPU, Titik Api dan Asap Gambut Masih Terpantau

  • 03 Okt 2026 08:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RT 16 Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memasuki hari kelima, Kamis 1 Oktober 2026. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan karena sejumlah titik api dan asap gambut masih terpantau di lokasi.

Berdasarkan laporan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, penanganan BPBD Kabupaten PPU menyebutkan, karhutla tersebut pertama kali dilaporkan pada Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 15.45 WITA. Kejadian diperkirakan mulai berlangsung sekitar pukul 15.20 WITA di wilayah RT 16 Kelurahan Petung.

"Material yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Sejumlah tanaman kelapa sawit serta kebun buah-buahan milik warga juga terdampak kebakaran", Ujarnya.

Hingga Kamis malam, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan. Pengukuran luas area akan dilakukan setelah seluruh rangkaian pemadaman dan pendinginan di lokasi selesai.

Tim gabungan pada penanganan hari kelima masih memprioritaskan pemadaman titik api dan titik asap yang cukup banyak terpantau di kawasan karhutla. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan karena api dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan.

Pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi. Tim mengoperasikan sembilan mata semprot yang berasal dari sejumlah mesin portable dan peralatan pendukung dari BPBD PPU, Brigade Karlabun Distan, Manggala Agni Daops Paser, serta PT KMS.

Selain unsur penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran, penanganan juga melibatkan Dit Samapta Polres PPU, Pospol Petung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Lurah Petung, Ketua RT 16, Satlinmas, serta masyarakat setempat.

Pemadaman dan pendinginan pada Kamis malam dihentikan sekitar pukul 20.30 WITA. Kegiatan akan kembali dilanjutkan pada Jumat pagi dengan fokus pada titik api dan asap yang masih berpotensi berkembang.

Berdasarkan pemantauan visual di lapangan, masih terdapat sejumlah titik api yang belum dapat dijangkau. Selain itu, asap dari gambut masih muncul di beberapa lokasi dan berpotensi kembali menjadi titik api, terutama pada area yang belum dapat dilakukan pemadaman pada malam hari.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

Dalam penanganan tersebut, BPBD PPU mengerahkan lima unit mobil operasional, satu unit motor trail dan empat mesin portable. Brigade Karlabun Distan mengerahkan satu mobil slip-on, dua mesin portable dan satu flexible tank, sedangkan PT KMS menurunkan dua mesin portable.

Manggala Agni Daops Paser turut mengerahkan satu mobil operasional, dua mesin portable dan satu flexible tank. Sementara Polres PPU dan Satpol PP masing-masing mengerahkan satu unit mobil operasional untuk mendukung penanganan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....