BPBD Kaltim Waspadai Karhutla hingga Akhir Oktober

  • 14 Sep 2026 21:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – BPBD Kalimantan Timur mewaspadai peningkatan karhutla akibat kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober. Kondisi kering membuat api lebih mudah meluas dan menyebar.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan penanganan karhutla di wilayah Kaltim, termasuk kawasan IKN, dilakukan melalui kolaborasi antardaerah dan sejumlah instansi terkait.

Menurutnya, kawasan yang berdekatan dengan IKN, seperti Penajam Paser Utara dan unit pelaksana teknis KPHP, turut dilibatkan dalam penanganan apabila terjadi karhutla.

“Dalam penanganan insyaallah kita semua kerja sama terutama daerah-daerah yang berdekatan. Contohnya dengan PPU, kemudian juga dengan UPTD KPHP,” katanya dalam wawancara terkait penanganan karhutla,kepada rri.co.id Senin, 14 September 2026.

Ia menyebut kondisi karhutla saat ini cukup mengkhawatirkan karena faktor utama yang memicu kebakaran adalah kekeringan. Kondisi tersebut membuat pemicu sekecil apa pun berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.

Selain luasan kebakaran yang dapat bertambah, kekeringan juga meningkatkan potensi munculnya titik-titik kebakaran baru. BPBD mencatat kondisi tersebut perlu diwaspadai karena peningkatan kejadian sudah terlihat dibandingkan Agustus.

Meski sejumlah wilayah masih mendapatkan hujan lokal, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk menghentikan upaya pencegahan. Berdasarkan perkiraan BMKG yang disampaikan BPBD, kondisi rawan tersebut masih berlangsung hingga akhir Oktober.

“Kami juga menghimbau untuk tetap tidak melakukan pembakaran dan ini masih berlanjut sampai dengan akhir Oktober, perkiraan dari BMKG seperti itu,” ujar Buyung.

Dari sisi kesiapan peralatan, BPBD Kaltim masih menghadapi kebutuhan tambahan alat pelindung diri, mobil tangki air dan selang pemadam. Mobil tangki menjadi salah satu kebutuhan penting karena sejumlah lokasi kebakaran sulit mendapatkan sumber air.

Keterbatasan mobil tangki dapat memperlambat proses pemadaman. Kondisi tersebut berisiko membuat area kebakaran semakin meluas apabila pasokan air tidak segera tersedia.

BPBD juga akan memaksimalkan bantuan peralatan yang telah disiapkan pemerintah pusat. Penambahan sejumlah kendaraan tangki disebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk dukungan pemadaman udara, saat ini terdapat dua helikopter water bombing di Kaltim. Namun, operasionalnya menghadapi kendala ketika titik api kembali muncul dan membutuhkan pengamanan atau penanganan di lokasi lain.

Menurut Buyung, kondisi tersebut salah satunya terjadi di sekitar APT Pranoto. Kemunculan titik api secara berulang membuat dukungan helikopter harus menyesuaikan kebutuhan penanganan dan pengamanan objek vital.

Karena itu, BPBD kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Upaya pencegahan dinilai penting untuk mengurangi beban pemadaman darat maupun udara di tengah kondisi kekeringan.

Selain karhutla, kekeringan juga berdampak terhadap ketersediaan air masyarakat. BPBD menyebut kondisi tersebut mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pinggiran Samarinda.

BPBD bersama pemerintah daerah telah mendukung distribusi air kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air. Distribusi tersebut akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak sesuai kebutuhan.

Kondisi kekeringan juga berpotensi mengganggu sumber air untuk sektor pertanian dan kebutuhan penghidupan masyarakat. Karena itu, penanganan kekeringan dan karhutla perlu dilakukan secara bersamaan agar dampaknya tidak semakin meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....