Karhutla 50 Hektare di Tengin Baru PPU Berhasil Dipadamkan

  • 12 Sep 2026 12:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam – Kebakaran hutan dan lahan di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, berhasil dikendalikan setelah tim gabungan melakukan pemadaman hingga malam hari. Kebakaran berdampak pada lahan sekitar 50 hektare dan ditangani melalui sinergi TNI, Polri, BPBD, damkar, serta pemerintah desa.

Penanganan dilakukan pada Jumat, 11 September 2026, setelah tim gabungan bergerak menuju lokasi kebakaran. Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin, turut turun langsung bersama personel Polsek Sepaku untuk memastikan proses pemadaman berjalan.

Setibanya di lokasi, petugas menghadapi medan yang cukup sulit. Akses menuju titik kebakaran tidak mudah dilalui sehingga tim terlebih dahulu mengecek jalur yang memungkinkan digunakan untuk mencapai lokasi.

Setelah akses dipastikan, personel Polsek Sepaku bersama Babinsa Koramil Sepaku dan petugas pemadam kebakaran langsung melakukan pemadaman. Peralatan yang tersedia digunakan untuk mengendalikan api dan mencegah penjalaran ke kawasan lainnya.

Proses pemadaman dilakukan secara berkelanjutan hingga malam hari. Sekitar pukul 21.30 WITA, titik api berhasil dipadamkan dan tim melanjutkan proses pendinginan.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Petugas juga tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan yang terdampak.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin mengatakan penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas instansi. Kondisi medan yang sulit tidak menghalangi petugas untuk melakukan pemadaman.

“Dalam penanganan Karhutla, kami bersama TNI, BPBD, Damkar dan pemerintah desa terus berupaya melakukan pemadaman secara maksimal,” ujar Syarifuddin.

Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau. Setiap unsur bekerja bersama untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas.

“Yang paling penting adalah memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul. Karena itu, setelah pemadaman kami lanjutkan dengan pendinginan untuk mengantisipasi adanya bara atau titik panas,” jelasnya.

Penanganan tersebut melibatkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU Nurlaila, Kepala Desa Tengin Baru Junaidin, KSPK Regu III Polsek Sepaku Aiptu Donny, serta personel Polsek Sepaku.

Selain itu, sekitar 10 personel Babinsa Koramil Sepaku, 10 personel Damkar Kecamatan Sepaku, tiga anggota BPBD Kabupaten PPU, dan lima personel Damkar Kabupaten PPU turut terlibat dalam pemadaman.

Keterlibatan berbagai unsur diperlukan karena akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit. Kolaborasi tersebut memungkinkan pemadaman dilakukan secara bersama-sama hingga api berhasil dikendalikan.

Setelah pemadaman dan pendinginan selesai, kondisi lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Petugas tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.

Kapolsek Sepaku juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat,” katanya.

Masyarakat yang menemukan titik api diharapkan segera melaporkannya agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini. Respons cepat menjadi penting untuk mencegah kebakaran berkembang dan berdampak lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....