Kekeringan Mengintai, Petani Kukar Berjuang Pertahankan Panen
- 22 Sep 2026 06:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Musim kemarau mulai memberi dampak terhadap pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Sejumlah lahan persawahan mengalami kekurangan air hingga menyebabkan tanaman padi mengering dan gagal panen.
Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Dusun Sumber Sari, Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang. Puluhan hektare sawah di wilayah itu dilaporkan mengalami gagal panen karena sumber air yang semakin terbatas selama musim kemarau.
Kepala Dusun Sumber Sari, Lilik Purbandi mengatakan, kondisi sawah mulai mengering dan tanaman padi berubah menguning. Petani pun tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan tanaman.
“Saat ini ada puluhan hektare sawah yang mengalami gagal panen. Karena faktor alam di musim kemarau, sebagian sawah mengering dan menguning. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah,” kata Lilik.
Kekeringan menjadi persoalan serius bagi petani karena air merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga pertumbuhan tanaman padi hingga masa panen.
Berbeda dengan kondisi di Sumber Sari, petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, masih mampu mempertahankan produksi meski memasuki musim kemarau.
Kepala Desa Sidomulyo, Agus Heriyanto mengatakan, ratusan hektare sawah di wilayahnya masih berhasil panen. Sepanjang 2026, produksi padi di Sidomulyo mencapai sekitar 150 ton dari tiga kali panen.
Menurut Agus, salah satu faktor yang membantu petani adalah dukungan pemerintah berupa bantuan alat pertanian. Keberadaan alat tersebut membuat proses pengolahan dan pekerjaan petani di sawah menjadi lebih mudah.
“Kami bersyukur ada bantuan dari pemerintah berupa alat pertanian yang mempermudah pekerjaan petani di sawah. Tahun 2026 ini, Sidomulyo berhasil panen 150 ton dalam tiga kali panen,” ujarnya.
Perbedaan kondisi antara sejumlah wilayah pertanian di Kukar menunjukkan bahwa kemampuan petani menghadapi musim kemarau tidak sama. Di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air, tanaman padi lebih rentan mengalami kekeringan. Sementara wilayah yang masih didukung ketersediaan sarana pertanian dapat mempertahankan produksi.
Pemerintah Kabupaten Kukar menyatakan telah memetakan sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air. Pemetaan tersebut dilakukan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan, termasuk kawasan pertanian yang terdampak gagal panen.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan program untuk membantu petani yang mengalami gagal panen.
“Kita sudah memetakan titik-titik krusial yang kesulitan mendapatkan sumber air. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, kita ada program untuk membantu petani kita yang mengalami gagal panen,” katanya.
Ancaman kekeringan kini menjadi tantangan bagi petani Kukar untuk mempertahankan produktivitas pangan. Bantuan sarana pertanian sekaligus penanganan persoalan sumber air dinilai menjadi bagian penting agar petani tetap dapat berproduksi selama musim kemarau.
Bagi petani yang telah mengalami gagal panen, dukungan pemerintah diharapkan tidak hanya diberikan setelah kerugian terjadi, tetapi juga dapat menjadi solusi untuk menghadapi musim tanam berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....