TNI dan BPBD Samarinda Perkuat Pencegahan Karhutla di tengah Ancaman Kekeringan
- 02 Sep 2026 07:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Ancaman kekeringan yang melanda Kota Samarinda turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga membutuhkan penanganan lintas sektor. Pemerintah daerah bersama TNI memperkuat upaya pencegahan melalui penanganan di lapangan sekaligus penyuluhan kepada masyarakat.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan status tanggap darurat bencana kekeringan ditetapkan karena kondisi tersebut memiliki dampak ikutan, salah satunya kebakaran hutan dan lahan. Selain karhutla, kekeringan juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih, kesehatan masyarakat, serta sektor pertanian dan perikanan.
“Kenapa kita memilih bahasa tanggap darurat bencana kekeringan? Karena kekeringan itu ada bencana ikutannya. Pertama, kebakaran hutan dan lahan,” ujar Suwarso saat menerima audiensi Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di Kantor BPBD Kota Samarinda, pada Selasa 1 September 2026.
Menurut Suwarso, BPBD mencatat sebanyak 127 kejadian kebakaran sejak Januari hingga awal September 2026. Dari jumlah tersebut, Agustus menjadi bulan dengan kejadian terbanyak dengan luasan lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 211 hektare, meskipun seluruh kejadian telah ditangani bersama berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan Mabes TNI, Brigjen TNI Hari Murdani mengatakan, TNI mendapat perintah untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan karhutla. Penyuluhan menjadi bagian penting karena sebagian besar kejadian kebakaran perlu dicegah sejak dari perilaku masyarakat dalam membuka dan mengelola lahan.
“Kita akan memberikan penyadaran. Tentunya tugas kami tidak akan bisa berjalan dengan baik bilamana tidak ada dukungan dari BPBD,” kata Hari.
Hari menjelaskan, sekitar 1.000 personel TNI dikerahkan sebagai tim penyuluhan karhutla di sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Timur. Di Kaltim, sekitar 97 personel ditempatkan di sembilan kabupaten/kota, sedangkan khusus Samarinda terdapat sembilan personel yang akan berkolaborasi dengan Kodim dan BPBD untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk petani, pembuka lahan, tokoh masyarakat, dan pelajar.
“Kita akan memberikan penyadaran kepada masyarakat terhadap peran serta pencegahan, kemudian menyadarkan masyarakat terhadap bahaya kebakaran,” ujar Hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....