Petani Kukar Masih Mampu Panen Padi 9 Hektare

  • 11 Sep 2026 13:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Anggana- Di tengah ancaman El Nino yang berdampak terhadap ketersediaan air untuk pertanian, petani di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, masih mampu melakukan panen padi di lahan seluas 9 hektare.

Panen tersebut berlangsung di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Anggana, pada Panen Demonstration Plot (Demplot) Padi “LEISA” dan Aplikasi Digital Farming melalui Pemanfaatan Drone Sprayer Agriculture di Klaster Gapoktan Mandiri, Kabupaten Kutai Kartanegara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar, Moh. Rifani, mengatakan pemerintah daerah bersyukur petani di Desa Sido Mulyo masih dapat mempertahankan produksi padi meski kondisi cuaca cukup menantang.

Menurutnya, keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih mampu bertahan menghadapi perubahan kondisi iklim, terutama di wilayah yang memiliki pengelolaan air dan pola tanam yang cukup baik.

“Alhamdulillah, Desa Sido Mulyo yang merupakan salah satu lumbung pangan Kukar masih bisa melakukan panen meskipun di tengah kondisi El Nino,” ujar Rifani.

Ia mengatakan, Desa Sido Mulyo merupakan salah satu wilayah penyangga produksi pangan di Kukar. Pemerintah daerah akan terus mendorong produktivitas petani melalui dukungan sarana produksi dan program pertanian. Bantuan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus membantu petani menghadapi risiko perubahan iklim.

Rifani menambahkan, Pemkab Kukar juga berencana mengalokasikan anggaran bantuan bagi petani pada tahun depan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani dalam mempertahankan produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.

“Tahun depan Pemkab Kukar akan menganggarkan bantuan bagi para petani. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa mendukung mereka dalam meningkatkan produksi dan menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga akan melihat kebutuhan petani di lapangan sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Panen di Desa Sido Mulyo menjadi salah satu gambaran bahwa produksi pangan daerah masih dapat berjalan di tengah tekanan perubahan iklim. Pemerintah berharap produktivitas tersebut dapat dipertahankan untuk mendukung ketahanan pangan Kukar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....