PPU Jajaki Kerja Sama Pendidikan untuk Dukung Bandara IKN

  • 18 Sep 2026 09:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menjajaki kerja sama pendidikan dengan Politeknik Penerbangan Surabaya untuk memperluas akses pendidikan dan kompetensi bagi putra-putri daerah. Langkah tersebut disiapkan seiring perkembangan Bandara Ibu Kota Nusantara yang berada di wilayah Kabupaten PPU.

Penjajakan kerja sama dilakukan Bupati PPU Mudyat Noor melalui audiensi dengan jajaran Politeknik Penerbangan Surabaya, Kamis, 17 September 2026. Pertemuan diterima Wakil Direktur II Bidang Keuangan Politeknik Penerbangan Surabaya, Dr. Bambang Driyono, bersama sejumlah pejabat di lingkungan kampus.

Mudyat mengatakan keberadaan Bandara IKN di wilayah PPU diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat daerah. Salah satu peluang yang ingin dibuka adalah akses pendidikan penerbangan bagi generasi muda PPU.

Menurutnya, pendidikan di bidang penerbangan dapat menjadi bekal bagi putra-putri daerah untuk memperoleh kompetensi yang relevan dengan perkembangan kawasan IKN. Dengan kompetensi tersebut, generasi muda PPU diharapkan dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang yang tumbuh di sektor penerbangan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap putra-putri PPU mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di bidang penerbangan sehingga nantinya dapat ikut mengambil peran dalam pengembangan Bandara IKN,” kata Mudyat.

Dalam audiensi tersebut, Mudyat juga menyampaikan pandangannya mengenai potensi Bandara IKN. Ia menyebut panjang landasan pacu bandara tersebut mencapai lebih dari 3.000 meter dan menilai kondisi tersebut menjadi salah satu potensi pengembangan bandara ke depan.

“Salah satunya Bandara IKN ini memiliki landasan pacu sepanjang 3 ribu meter lebih, lebih panjang dari Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara Samarinda. Kami yakin Bandara IKN ini ke depan dapat berkembang menjadi bandara internasional,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten PPU menilai perkembangan sektor penerbangan akan membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi khusus. Karena itu, akses pendidikan dan pelatihan menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan sejak dini oleh generasi muda daerah.

Mudyat mengatakan keberadaan perguruan tinggi penerbangan dapat menjadi salah satu pilihan bagi anak-anak PPU untuk meningkatkan keterampilan. Pendidikan tersebut juga dapat membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang muncul seiring perkembangan kawasan IKN.

Sementara itu, Wakil Direktur II Bidang Keuangan Politeknik Penerbangan Surabaya, Bambang Driyono, memaparkan profil lembaga pendidikan tersebut. Paparan mencakup program studi, mahasiswa, tenaga pendidik, sarana prasarana, serta berbagai bentuk kerja sama yang telah dijalankan.

Bambang menjelaskan pendidikan di Politeknik Penerbangan Surabaya tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis penerbangan. Mahasiswa juga mendapatkan pembinaan karakter dan pengembangan kemampuan nonteknis sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja.

“Kami tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, tetapi juga membangun karakter dan soft skill. Selama mengikuti pendidikan, mahasiswa mendapatkan pembinaan melalui program pengasuhan yang dilaksanakan di asrama maupun lingkungan kampus,” kata Bambang.

Menurut Bambang, pembinaan mahasiswa dilakukan secara terintegrasi melalui program pengasuhan di lingkungan asrama dan kampus. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, karakter, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.

Politeknik Penerbangan Surabaya juga memiliki sejumlah program studi yang dapat menjadi pilihan bagi putra-putri PPU. Pilihan pendidikan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan sektor penerbangan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Politeknik Penerbangan Surabaya menyampaikan kesiapan membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten PPU. Kerja sama diarahkan terutama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah melalui akses pendidikan di bidang penerbangan.

Bagi Pemkab PPU, penjajakan tersebut menjadi salah satu upaya menghubungkan perkembangan kawasan IKN dengan peningkatan kapasitas generasi muda daerah. Harapannya, masyarakat lokal tidak hanya berada di sekitar kawasan pembangunan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengambil peran melalui pendidikan dan kompetensi.

Usai audiensi, Mudyat Noor bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas pendidikan di lingkungan Politeknik Penerbangan Surabaya. Rombongan turut didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan PPU Muchtar, Kepala BPSDM PPU Khaerudin, Kepala Bagian Pemerintahan Dahlan, serta sejumlah pendamping.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....