GERBANG INSAN MAPAN Dorong Kemandirian Pangan di PPU

  • 14 Sep 2026 06:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus didorong melalui pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang terintegrasi. Salah satunya diwujudkan melalui program Gerakan Pertanian untuk Pembangunan Kemandirian Pangan (GERBANG INSAN MAPAN), yang diinisiasi sejak 2021 dan menjadi salah satu program unggulan binaan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat di sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga memastikan hasil produksi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah PPU.

Head of Communication, Relation and CID Zona 10, Elis Fauziah, mengatakan GERBANG INSAN MAPAN saat ini telah memiliki dua kelompok binaan dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 200 orang.

Melalui program tersebut, masyarakat mengembangkan berbagai komoditas pertanian dan perikanan, termasuk padi dan ikan. Hasil produksi kelompok binaan juga mulai memiliki akses pasar yang cukup baik, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah PPU.

“Produk padi sudah terserap. Begitu juga ikan, kebutuhan pasar lokal masih bisa menyerap hasil produksi,” ujar Elis.

Menurut Elis, terserapnya hasil produksi oleh pasar lokal menunjukkan bahwa pengembangan usaha masyarakat tidak berhenti pada proses produksi. Ketersediaan pasar menjadi bagian penting agar hasil panen memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian dan perikanan yang dijalankan masyarakat.

Elis menjelaskan, untuk saat ini hasil produksi kelompok binaan masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten PPU. Meskipun terdapat peluang untuk memasarkan produk ke luar daerah, pemenuhan kebutuhan lokal tetap menjadi fokus utama program.

“Produk beras bisa dikirim keluar, tetapi untuk saat ini terserap oleh PPU sendiri. Karena kita ingin PPU swasembada pangan dengan memenuhi kebutuhan PPU dari PPU sendiri,” katanya.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang lebih mandiri di daerah. Produksi pangan yang berasal dari masyarakat setempat dan kemudian diserap kembali oleh pasar lokal diharapkan mampu menjaga perputaran manfaat ekonomi tetap berada di PPU.

Selain padi dan ikan, pengembangan dalam GERBANG INSAN MAPAN juga diarahkan pada pemanfaatan hasil produksi secara berkelanjutan. Pendekatan ini mendorong masyarakat tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga mengoptimalkan potensi yang tersedia untuk mendukung kegiatan pertanian dan perikanan dalam jangka panjang.

Penguatan pasar lokal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Ketika hasil panen memiliki kepastian penyerapan, masyarakat memiliki dorongan untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas usaha pertaniannya.

Melalui GERBANG INSAN MAPAN, PHKT mendorong sektor pertanian dan perikanan di PPU agar tidak hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan daerah.

Program ini diharapkan dapat memperkuat rantai pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Dengan demikian, masyarakat PPU tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penyediaan pangan bagi daerahnya sendiri.

Upaya tersebut sekaligus mendukung cita-cita mewujudkan PPU yang semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan mengoptimalkan potensi pertanian, perikanan, dan sumber daya masyarakat yang dimiliki daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....